Di Era Digital, Data Sains Berperan dalam Proses Pengambilan Keputusan

Guru Besar Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Toni Toharudin, M.Sc., membacakan orasi ilmiah dalam upacara Pengukuhan dan Orasi Ilmiah Guru Besar di bidang Sains Data yang digelar di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Rabu (27/9/2023).(Foto: Dadan Triawan)*

Laporan oleh Arif Maulana dan Ahmad Dyandra Rama Putra Bagaskara

[Kanal Media Unpad] Guru Besar Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Toni Toharudin, M.Sc., mengatakan, perubahan cepat dalam teknologi dan bisnis membuat Indonesia harus bergerak cepat agar tidak tertinggal, mengingat saat ini dunia sudah masuk ke era Post-digital Economy.

Demikian disampaikan Prof. Toni saat membacakan orasi ilmiah berjudul “Perkembangan Pendidikan Indonesia: Perspektif Sains Data” dalam upacara Pengukuhan dan Orasi Ilmiah Guru Besar di bidang Sains Data yang digelar di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Rabu (27/9/2023).

Prof. Toni mengatakan, era Post-digital Economy adalah istilah yang menggambarkan perubahan ekonomi dan masyarakat yang dihasilkan dari perkembangan teknologi digital yang pesat, seperti internet, komputasi awan, kecerdasan digital, dan teknologi terkait lainnya.

“Data menjadi aset berharga di dalam ekonomi ini,” ujarnya.

Saat ini, ketersediaan data sangat melimpah. Data yang melimpah akan menyulitkan manusia untuk menyeleksi mana data yang berguna dan mana yang tidak. Untuk itu, di sinilah ilmu data sains berperan.

Menurut Prof. Toni, data sains merupakan ilmu multidisiplin yang melibatkan pemahaman, pengumpulan, analisis, visualisasi, dan interpretasi data untuk menghasilkan sebuah informasi yang berguna untuk mendukung pengambilan keputusan.

Dalam konteks pembelajaran dan pengambilan keputusan, data digunakan sebagai bahan mentah yang kemudian diubah menjadi informasi, diperluas menjadi pengetahuan, digunakan untuk mengembangkan kebijakan, dan akhirnya menghasilkan wawasan berharga.

Selain itu, data sains berperan penting dalam pengembangan dan operasi kota pintar (smart city). Data sains memungkinkan kota untuk mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber, seperti sensor, internet of things, sistem transportasi, infrastruktur kota, dan interaksi warga dengan layanan kota.

“Analisis data ini dapat memberikan wawasan yang mendalam tentang bagaimana kota beroperasi dan bagaimana warga berinteraksi dengan lingkungannya,” kata Prof. Toni.

Ilmu data sains juga berguna di dalam bidang pendidikan. Dengan bantuan data sains, kata Prof. Toni, pemerintah bisa melihat angka melek huruf, waktu rata-rata lama sekolah, mengetahui jumlah guru, hingga mengetahui berapa banyak dosen dan mahasiswa yang telah mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Lebih lanjut, Prof. Toni menjelaskan, ilmu Sains Data juga bisa membantu para pemangku kepentingan dalam bidang pendidikan, seperti kepala sekolah untuk melakukan evaluasi pendidikan.

“Kalau kepala sekolah atau kepala madrasah memanfaatkan data hasil asesmen nasional, dibarengi dengan kebijakan perencanaan berbasis data supaya bisa dipahami oleh seluruh kepala sekolah untuk evaluasi pendidikan,” tambah Prof. Toni. (arm)*

Share this: