Oorange Unpad Kembali Jadi Fasilitator Program PIP School

Tangkapan layar pembukaan program PIP School of 23, 29 Juni 2023 lalu.*

[Kanal Media Unpad] Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan/Oorange Universitas Padjadjaran bersama dengan Pusat Investasi Pemerintah (PIP), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan Direktorat Jenderal Pajak RI merilis program “PIP School of ‘23” dengan tema “Strategi Pembelajaran Training of Trainers (ToT) Pendamping Usaha Ultra Mikro (UMi)”.

Program PIP School of ‘23 ditujukan untuk meningkatkan kompetensi para pendamping UMi yang terdiri dari 240 peserta dari mitra penyalur yang tersebar dari 10 wilayah di Indonesia, yaitu Banda Aceh, Lampung Tengah, Serang, Cianjur, Bandung, Pati, Sumenep, Pontianak, Sampit, dan Makassar. Para pendamping tersebut juga akan memberikan dampak peningkatan usaha bagi 480 UMi di 10 wilayah tersebut.

Direktur Kerja Sama, Pendanaan, dan Pembiayaan Pusat Investasi Pemerintah Muhammad Yusuf menyampaikan bahwa PIP School of ‘23 diharapkan dapat menjadi wujud kolaborasi dalam meningkatkan Usaha Ultra Mikro (UMi) menjadi tumbuh dan berkembang.

“Kami harapkan ToT yang diselenggarakan dapat menyebarluaskan pengetahuan dan peningkatan keterampilan pendampingan bisnis kepada peserta pendamping lain. Hal ini menjadi penting karena upaya untuk pemberdayaan UMi dapat berhasil jika seluruh elemen bekerja sama, bersinergi, dan berkolaborasi untuk membantu mereka meningkatkan peluang agar usaha mereka bisa lebih meningkat,” kata Yusuf saat memberikan sambutan pada pembukaan program PIP School ’23 beberapa waktu lalu.

Program PIP School of ’23 merupakan program kerja sama kedua kalinya antara Oorange Unpad dengan PIP, KemenPPPA, dan Dirjen Pajak yang pada pada tahun lalu sukses menyelenggarakan PIP School of ’22 di 10 wilayah yang berbeda. Direktur Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan Oorange Unpad Rivani, MBA, DBA, menyebutkan bahwa penyelenggaraan PIP School of ’23 merupakan hasil evaluasi dari tahun sebelumnya.

“Setelah penyelenggaraan PIP School of ’22 cukup berdampak, penyelenggaraan tahun ini merupakan hasil evaluasi dan berbagai perbaikan, sehingga tahun ini dapat berlangsung dengan lebih baik,” kata Rivani.

Koordinator kegiatan yang juga Dosen Fakultas Teknologi Industri Pertanian Unpad In-In Hanidah, M.Si., juga menyampaikan bahwa capaian output ToT tahun ini adalah terbentuknya Kedai UMi di sepuluh wilayah yang tersebar diseluruh Indonesia.

“Kedai UMi bertujuan melakukan sentra pemasaran produk UMi baik secara konvensional maupun melalui e-commerce. Selain itu, sentra pemasaran diharapkan dapat membentuk ekosistem baru antar dampingan UMi serta penguatan kolaborasi dalam penyedianan bahan baku dan produk,” kata In-In. (rilis)*

Share this: