Berusia 65 Tahun, FISIP Unpad Terus Komitmen Merespons Dinamika Sosial

Suasana orasi ilmiah Dies Natalis ke-65 FISIP Unpad, Jumat (13/10/2023).*

[Kanal Media Unpad] Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran berusia 65 tahun pada Jumat (13/10/2023). Di usia ini, FISIP Unpad terus menjaga komitmen dalam merespons realita sosial dan kemanusiaan di Jawa Barat hingga dunia.

“Setelah enam dekade berdiri, FISIP Unpad terus menjaga komitmennya sebagaimana  harapan pada awal pendiriannya, yaitu mampu merespons realita sosial dan kemanuisiaan yang dinamis di Provinsi Jawa Barat, nasional, maupun  dunia,” kata Dekan FISIP Unpad Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, S.IP., S.Si., M.T., M.Si. (han). Dalam peringatan Dies Natalis ke-65 FISIP yang digelar secara hybrid dari Gedung B-301 FISIP Unpad Jatinangor, Jumat (13/10/2023).

Lebih lanjut Prof. Widya mengatakan, melalui kegiatan tridarma perguruan tinggi dan kerja sama pada berbagai bidang dan skala, FISIP Unpad telah berkiprah dan menunjukkan prestasinya di tingkat global.

Hal tersebut sesuai dengan cita-cita FISIP Unpad untuk menjadi international faculty yang juga tercermin dalam tema peringatan dies kali ini, yaitu “Sinergi dalam Kolaborasi untuk Mewujudkan Pendidikan Tinggi yang Mendunia dan Adaptif”.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Widya juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam bertransformasi. Hal ini penting terutama dalam menghadapi disrupsi yang terjadi di dunia, terutama terkait pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

“Saat ini akses informasi dan  pengetahuan lintas negara terbuka lebar. Teknologi informasi dan komunikasi telah memudahkan kita dalam menjangkaunya dalam satu sentuhan tangan. Meskipun tidak dapat dipungkiri keterbatasan masih dihadapi sebagai tantangan dan hambatan yang mendorong kita untuk  terus berkolaborasi dalam transformasi ini,” ujarnya.

Menurut Prof. Widya, peringatan dies natalis menjadi momentum untuk bersyukur, mengevaluasi diri, serta memperbarui semangat untuk berprestasi.

“Semoga tekad kita semakin kuat, langkah kita semakin mantap, kontibusi kita semakin hebat untuk kesejahteran dan kemaslahatan seluruh  bangsa Indonesia dan semesta,” harapnya.

Acara dies natalis tersebut diisi dengan orasi ilmiah dari Prof. Agus Pramusinto selaku Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara yang juga Ketua Indonesian Association for Public Administration dan Guru Besar Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada.

Dalam orasinya, Prof. Agus mengatakan pentingnya perguruan tinggi dalam melakukan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Perguruan tinggi harus hadir dalam memberikan solusi kreatif untuk masyarakat. Melakukan inovasi juga perlu dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak. (arm)*

Share this: