Dua Aset Unpad di Kota Bandung Peroleh Sertifikat Hak Pakai

Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Rina Indiastuti menerima sertifikat hak pakai atas dua aset Unpad di Kota Bandung dari Kepala Kantor Pertanahan Kota Bandung Nugraha di ruang Executive Lounge Unpad Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Bandung, Selasa (31/10/2023). (Foto: Dadan Triawan)*

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran memperoleh sertifikat hak pakai atas dua aset di Jalan Ir. H. Djuanda dan Jalan Bukit Dago Selatan, Kota Bandung. Sertifikat tersebut menandakan bahwa dua aset tersebut secara legalitas dimiliki oleh Unpad.

Penyerahan dua sertifikat hak pakai tersebut diserahkan langsung Kepala Kantor Pertanahan Kota Bandung Nugraha, S.H., M.H., kepada Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti di ruang Executive Lounge Unpad Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Bandung, Selasa (31/10/2023).

Acara penyerahan tersebut juga dihadiri Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Keuangan Unpad Prof. Dr. Ida Nurlinda, M.H., Direktur Sarana, Prasarana, dan Manajemen Aset Unpad Edward Henry, M.M., dan Direktur Tata Kelola, Legal, dan Komunikasi Prof. Dr. Isis Ikhwansyah.

Nugraha menjelaskan, pembuatan sertifikat ini merupakan komitmen Kantor Pertanahan Kota Bandung dalam mendukung pengembangan Unpad, khususnya pada sektor legalitas aset. Hal ini merupakan salah satu tindak lanjut dari penandatanganan Nota Kesepahaman antara Unpad dan Kantor Pertanahan Kota Bandung.

“Sayang sekali kalau beberapa aset Unpad yang ada belum besertifikat dan bahkan terdapat permasalahan di dalamnya. Kenapa kita tidak support,” kata Nugraha yang juga alumnus Unpad tersebut.

Penanganan legalitas aset merupakan upaya yang krusial. Nugraha mengatakan, banyak kondisi di mana suatu aset bisa menjadi aset potensial dalam suatu institusi malah menjadi hilang. “Banyak sekali yang secara yuridis bisa menjadi aset, tetapi karena tidak ada upaya malah jadi hilang,” imbuhnya.

Diakui Nugraha, permasalahan tanah merupakan isu sensitif. Diharapkan dengan adanya sertifikat, aset-aset Unpad tidak lagi diambil oleh pihak ketiga. Pihaknya juga akan kembali membantu Unpad untuk mengurus legalitas aset di lokasi lain yang ada di Kota Bandung.

“Silakan diinventarisasi mana yang punya potensi jadi aset Unpad,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor menyampaikan apresiasi atas bantuan Kantor Pertanahan Kota Bandung dalam menerbitkan sertifikat hak pakai atas dua aset Unpad. Unpad sendiri, lanjutnya, akan berkomitmen menjaga aset tersebut sehingga tidak lagi menimbulkan masalah di kemudian hari.

“Insyaallah dua aset ini kami akan jaga, tidak ada lagi yang menduduki,” kata Rektor.

Sementara itu, Prof. Ida menyampaikan, sejumlah aset Unpad ada yang sudah besertifikat. Kendati demikian, masih banyak aset besertifikat tersebut yang masih dalam pendudukan pihak ketiga. Karena itu, melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kantor Pertanahan, aset tersebut bisa kembali dikelola oleh Unpad.

“Hal-hal seperti ini yang kita harapkan juga meskipun secara yuridis kita adalah mempunyai sertifikatnya, tetapi yang diduduki pihak ketiga yang ini kita perlu minta bantuan dari Kantor Pertanahan ataupun Kanwil,” kata Prof. Ida.*

Share this: