Tim PKM Unpad Kaji Etika Permaculture di Kebun Hanif Regenerative Culture, KBB

Tim peneliti mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran.*

Laporan oleh Nur Aini Rasyid

[Kanal Media Unpad] Tiga mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Padiadjaran melakukan penelitian mengenai Etika Permaculture di Kebun Hanif Regenerative Culture, di Desa Ciburuy, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, yang menerapkan etika permaculture sejak tahun 2020.

Untuk meneliti etika permaculture, tim PKM Faperta Unpad melakukan observasi partisipatif dengan berperan sebagai volunteer di Kebun Hanif, Juli 2023 lalu.

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Putri Maudi Kusnaedi, Choirussahla Aqiilah Hartono, dan Shofiah Kamilah yang dibimbing oleh Dosen Fakultas Pertanian Unpad Dr. Rer. Pol. Ernah, S.P., M.Si. Penelitian ini dilakukan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial-Humaniora (PKM-RSH) Kemendikbudristek RI.

Peneltian tersebut dilatarbelakangi adanya permasalahan di bidang pertanian, seperti kerusakan lahan akibat eksploitasi dan penggunaan pupuk kimia yang berlebih. Sementara bagi petani organik,  profit dan keberlanjutan usaha menjadi kecemasan tersendiri karena pasarnya yang masih terbatas. Produk pertanian organik secara kuantitas pun masih kalah dari produk pertanian konvensional.

Permaculture sendiri adalah suatu konsep perancangan sistem pertanian yang dapat memperhatikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan dengan menitikberatkannya pada keseimbangan alam dan keseimbangan ekonomi.

Dalam pelaksanaannya, permaculture memiliki beberapa etika yang menjadi landasan, yaitu “Peduli pada Bumi” (Care for the Earth), “Peduli pada Manusia” (Care for People), dan “Adil bagi Semua” (Fair Share).

Tim PKM melakukan pengumpulan data dengan berpartisipasi secara aktif dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan di Kebun Hanif. Selain itu, Tim PKM juga melakukan wawancara mendalam dengan petani Kebun Hanif sebagai narasumbernya.

Dari penelitian ditemukan bahwa keberlanjutan lingkungan di Kebun Hanif Regenerative Culture dapat dilihat dari beberapa indikator, seperti sifat fisika, biologi dan kimia tanahnya. Sifat fisika tanah di Kebun Hanif berwarna coklat kehitaman, memiliki tekstur gembur, porositasnya sedang. Hal ini berarti tanah mengandung banyak bahan organik di dalamnya dan dapat mudah menyerap air serta mengikat akar dengan baik.

Sedangkan sifat biologi tanah dapat dilihat dari organisme yang hidup di dalam tanah. Berdasarkan hasil pengamatan, kerap kali ditemukan cacing dan serangga yang dapat menandakan tanah tersebut subur.

Selain sifat fisika dan sifat biologi, sifat kimia tanah di Kebun hanif pun menunjukkan bahwa tanah tersebut subur karena memiliki pH. yang cenderung netral, yaitu 5,6 – 6. Pada pH tersebut bakteri dan jamur pengurai bahan organik dapat berkembang dengan baik.

Keberlanjutan dari segi ekonomi dapat dilihat dari pemenuhan kehidupan sehari – hari. Saat ini, kebutuhan pangan untuk petani di Kebun Hanif dapat terpenuhi, seperti beras, sayuran, buah-buahan dan rempah. Kemudian, dari kandang hewan ternak dapat diperoleh telur ayam, telur bebek, daging ayam dan susu kambing apabila sedang fase menyusui.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan pengeluaran petani permaculture lebih sedikit dibandingkan dengan pengeluaran petani organik biasa. Berdasarkan hasil riset, petani permaculture di Kebun Hanif dapat menghemat pengeluaran untuk konsumsi pangan sebesar 57% dari pada petani organik biasa. Untuk selanjutnya hasil penelitian akan dipublikasikan dalam bentuk jurnal ilmiah.* (rilis)

Share this: