Faperta Unpad dan AAI Gelar Konferensi Internasional Agribisnis Berkelanjutan

Foto bersama peserta International Conference on Innovation for Sustainable Agribusiness (ICISA) di kampus Unpad, Jatinangor. 21-23 November 2023.*

[Kanal Media Unpad] Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Asosiasi Agribisnis Indonesia (AAI) telah menyelenggarakan International Conference on Innovation for Sustainable Agribusiness (ICISA) di kampus Unpad, Jatinangor. 21-23 November 2023.

Konferensi ini diharapkan menjadi wadah diskusi dan berbagi pengetahuan dan pengalaman serta merancang solusi inovatif dalam rangka meningkatkan keberlanjutan dalam agribisnis. 

Kegiatan konferensi internasional ini diawali dengan workshop penulisan jurnal internasional “Publication Strategies – The Core of Scientific Advance” dengan pembicara Dr. Rico Ihle dari Wageningen University, Prof. Ir. Muhammad Arsyad, SP., M.Si., Ph. D dari Universitas Hasanudin, Indonesia, dan Prof. Tomy Perdana, SP., MM. dari Unpad.

Workshop yang dibuka oleh Dekan Faperta Unpad Dr. Ir. Meddy Rachmadi, MP ini tidak hanya berfokus kepada bagaimana cara penulisan jurnal internasional yang memiliki faktor dampak yang tinggi, tapi juga membahas mengenai pro dan kontra untuk mempublikasikan artikel di open access mega journal

Pada Rabu, 22 November 2023, sesi utama ICISA dibuka oleh Wakil Rektor Unpad Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Arief S. Kartasasmita.  ICISA sendiri mengundang Prof. Armida Salsiah Alisjahbana (Executive Secretary United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific) sebagai pembicara utama (keynote speaker). Pada paparannya, Prof. Armida menitikberatkan pada pentingnya inovasi dan keberlanjutan di sektor pertanian dalam mendukung ketahanan pangan global. 

Pada sesi panel, ICISA mengundang empat pembicara: Prof. Yosini Deliana, Ir., MS. (Unpad), Dr. Risti Permani (The University of Queensland), Dr. Rico Ihle (Wageningen University), dan Ts. Dr. Abdul Rahman Saili (University Teknologi MARA).

Prof Yosini menitikberatkan pembahasannya kepada hubungan antara green marketing dengan keberlanjutan agribisnis. Dr. Risti mengkaji peluang dan tantangan mengenai peran agrifood e-commerce di Indonesia. Dr. Rico membahas mengenai literatur yang berkaitan dengan peran rantai pasok pendek dalam pengembangan sistem pangan berkelanjutan. Sesi panel ini diakhiri dengan pemaparan dari Dr. Abdul Rahman yang mengenai ketahanan pangan di Malaysia dan isu penting yang bisa diimplementasikan untuk konteks di Indonesia. 

Konferensi ICISA ini juga mengundang para pembicara dari berbagai universitas di Indonesia untuk menyampaikan berbagai temuan risetnya pada empat sesi tematik, diantaranya: Smart and Precision Agribusiness, Circular Economy in Agribusiness, Agribusiness for Culture and Tourism, dan Institutional Innovation for Sustainable Agribusiness. 

Adapun peserta konferensi internasional sangat beragam, mulai dari anggota AAI, praktisi, dosen, mahasiswa dan pemangku kepentingan yang memiliki kontribusi penting dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan bagi agribisnis.

Kegiatan konferensi ini diakhiri dengan musyawarah nasional AAI yang dihadiri pengurus dan anggota AAI dari seluruh Indonesia dengan agenda pertanggung jawaban Pengurus 2019 – 2023, reposisi AAI meniadi organisasi para profesional agribisnis dalam aliansi strategis bersama IPSAgri, pengesahan Revisi AD AAI, pokok-pokok rencana keria AAI 2023 – 2027, dan pemilihan ketua umum AAI 2023 – 2027. (rilis)*

Share this: