Faperta Unpad dan Peripi Komda Jabar Gelar Seminar Internasional Seputar Tanaman Industri

Suasana Seminar Internasional “International Seminar Breeding Association West Java Regional Commisariat 2023” di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, 13 – 14 November 2023.*

[Kanal Media Unpad] Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran bersama Perhimpunan Ilmu Pemuliaan Indonesia (Peripi) Komda Jawa Barat menyelenggarakan Seminar Internasional “International Seminar Breeding Association West Java Regional Commisariat 2023” di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, 13 – 14 November 2023.

Dalam rilis yang diterima Kanal Media Unpad, kegiatan ini diikuti 120 orang peserta dari dalam dan luar negeri yang terdiri dari dosen serta mahasiswa dan peneliti di bidang pemuliaan tumbuhan dan hewan, produksi tanaman, agroforestry, ilmu tanah dan konservasi lahan, proteksi tanaman dan pengelolaan gulma, rantai pasok, lingkungan hidup, dan bioinformatika.

Seminar dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Prof. Dr. Ir. Hendarmawan, M.Sc. Dalam sambutannya, pimpinan Unpad mengapresiasi pemilihan tema yang sangat relevan dan mendesak, yang mencerminkan perhatian global terhadap isu-isu penting dalam pertanian, terutama yang berkaitan dengan tanaman industri.

Tanaman industri merupakan pilar penting dalam perekonomian banyak negara dan memainkan peran vital dalam pemenuhan kebutuhan global akan bahan baku industri. Prof. Hendarmawan mengharapkan, seminar ini menjadi ajang kolaborasi lintas disiplin ilmu yang membawa perubahan positif menuju pertanian berkelanjutan di Indonesia dan dunia.

Seminar ini menghadirkan enam pembicara kunci, yaitu Prof. Agung Karuniawan (Indonesia), Prof. Hiroyuki Toh (Jepang), Prof. Glenn B. Gregorio (Filipina), Dr. Shahid Ullah Khan (China), Dr. Vergel C. Concibido (USA), dan Dr. Zar Ni Zaw (Thailand).

Diskusi dengan para keynote speakers dipandu oleh moderator Prof. Suseno Amien, Prof. Dedi Ruswandi dan Dr. Yudithia Maxiselly yang ketiganya merupakan akademisi Fakultas Pertanian Unpad.

Prof. Agung Karuniawan yang merupakan Ketua PERIPI Komda Jabar dan sekaligus guru besar Faperta Unpad memaparkan hasil kolaborasi antara Unpad dan Sensient-USA yang diwakili oleh Dr. Vergel C. Concibido. Kolaborasi keduanya sudah berlangsung selama lima tahun dalam bidang eksplorasi, koleksi, studi agronomi dan breeding pewarna alami nabati.

Pewarna alami nabati merupakan salah satu kelompok komoditas tanaman industri yang banyak dibutuhkan di masa kini dan mendatang. Hal ini karena pewarna nabati menawarkan solusi kesehatan dan keamanan pangan ditengah gempuran ancaman pewarna sintesis di berbagai lini kehidupan, utamanya industri makanan, minuman dan kosmetik. Bunga telang (Clitoria ternatea) merupakan salah satu contoh underutilized crop yang dapat digunakan sebagai bahan pewarna alami dengan variasi warna biru, ungu dan putih.

Selanjutnya, Prof Hiroyuki Toh dari Kwansei Gakuin University, Jepang memaparkan urgensi penggunaan teknologi komputasi dalam bidang sains molekuler. Perkembangan teknologi terkini dalam ilmu molekuler, seperti adanya next generation sequencers, berdampak pada peningkatan kecepatan laju akumulasi data molekuler.

Dengan volume dan keragaman data yang sangat tinggi, banyak peneliti mulai kesulitan untuk analisis dan intrepetasi hasil. Masalah tersebut dapat dipecahkan dengan kehadiran teknologi bioinformatika. Bioinformatika adalah penerapan teknik komputer untuk analisis data biologis.

Pembicara kunci ketiga adalah Prof. Glenn B. Gregorio yang merupakan seorang akademisi di College of Agriculture and Food Science, University of Philippines Los Banos dan sekaligus Centre Director dan CEO SEAMEO SEARCA, Filipina. Ia membuka dengan sebuah pernyataan bahwa pemuliaan tanaman seringkali dianggap sebagai proses yang lambat dan sulit sehingga menimbulkan ketidaksabaran di antara para pemangku kepentingan. Oleh sebab itu diperlukan pendekatan transformatif untuk program pemuliaan tanaman yang modern dengan mempertimbangkan faktor-faktor efisiensi dan sisi praktis, serta berorientasi pasar.

Langkah pengembangan pertanian berkelanjutan tanaman industri juga dilakukan oleh Dr. Shahid Ullah Khan dari Integrative Science Centre of Germplasm Creation inWestern China (CHONGQING) Science City and Southwest University dan Dr. Zar Ni Zaw dari Prince of Songkla University, Thailand. Khan melakukan kajian genomik untuk meningkatkan produksi benih rapeseed (Brassica napus L).

Khan meyakini bahwa manipulasi genetik dalam bingkai pemuliaan molekuler dapat merakit kultivar rapeseed yang ramah lingkungan dengan hasil yang lebih baik, untuk pemenuhan di tingkat industri. Terakhir, Dr. Zar Ni memaparkan urgensi penerapan pertanian terintegrasi untuk komoditas karet. Natural rubber atau karet alam merupakan komoditas perkebunan penting yang saat ini terpapar oleh 3 isu yakni lingkungan, sosial ekonomi dan rantai pasok.

Selain menjadi ajang bertukar ide dan gagasan, kegiatan seminar internasional ini juga menjadi momen persembahan karya Prof. (Emeritus) Achmad Baihaqi dan koleksi bukunya kepada Fakultas Pertanian Unpad. Secara simbolis, hal ini diwakilkan oleh Ir. Andi Roza sebagai putra dari Prof. Baihaqi kepada Dr. Meddy Rachmady selaku Dekan Fakultas Pertanian Unpad. (rilis)*

Share this: