Tim dari Universitas Pendidikan Indonesia sedang melakukan presentasi dalam Lomba Non-Pimnas yang digelar sebagai bagian dari pelaksanaan Pimnas ke-36 di Auditorium Bale Santika Unpad, Jatinangor, Selasa (28/11/2023). (Foto: Dadan Triawan)*

Laporan oleh Ahmad Dyandra Rama Putra Bagaskara

[Kanal Media Unpad] Sebagai bagian dari rangkaian Pimnas ke-36, Universitas Padjadjaran menggelar Lomba Non-Pimnas di Bale Santika Unpad Jatinangor, Senin (27/11/2023). Lomba tersebut diikuti oleh 27 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Wakil koordinator Lomba Non-Pimnas, Neti Juniarti, S.Kp., M.Kes., M.Nurs., Ph.D, mengatakan bahwa dari 27 peserta tersebut, delapan peserta mengikuti lomba kategori Inovasi Teknologi, sepuluh peserta mengikuti lomba kategori Inovasi Pengabdian Kepada Masyarakat, dan sembilan peserta mengikuti lomba kategori Inovasi Kewirausahaan.

Semua karya dan produk yang dipamerkan dalam Lomba Non-Pimnas ini merupakan buah kreativitas dari para peserta. Sebab, untuk membuat karya dan produk yang baik, tentunya membutuhkan ide dan kerja sama yang baik pula.

“Memang ini hasil kreativitas mahasiswa, ya. Jadi, dari aspek teknologi, banyak teknologi baru yang dikembangkan. Kemudian, dari aspek pengabdian juga menarik. Banyak sekali hal-hal bermanfaat yang diberikan dan yang wirausaha juga macam-macam, ya. Jadi, tidak klasik seperti dulu,” kata Neti.

Dikatakan Neti, lomba ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk menampilkan karya dan produk kepada khalayak.

“Peserta juga senang karena mereka nggak nyangka akan dapat booth. Di tempat lain, poster-poster itu hanya ditempel, tetapi di sini mereka bisa ada interaksi dengan khalayak,” tambah Neti.

Lebih lanjut, Neti mengungkapkan bahwa setiap peserta yang menjadi pemenang Lomba Non-Pimnas akan diberikan reward berupa sertifikat dan uang tunai.

Neti berharap, Lomba Non-Pimnas ini bisa menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk terus mengembangkan inovasi yang bermanfaat. “Jadi, mungkin, barangkali Pimnas-Pimnas ke depan juga bisa terus dilanjutkan supaya bisa memberi peluang lebih banyak bagi para mahasiswa,” tutup Neti. (art)*                                                                                                                                                                                                                                                                                

Share this: