Sebanyak 43 Teknologi dan Inovasi Dipamerkan di Pimnas 36

Rektor Universitas Padjadjaran bersama pimpinan universitas, BPTI, dan Kemendikbudristek meninjau stan pameran teknologi dan informasi yang digelar di lapangan futsal Bale Santika Unpad, Jatinangor, Senin (27/11/2023). (Foto: Dzaki Fadilah Yusuf)*

Laporan oleh Silmi Lestari dan Prininta Meisya Rahardjo

[Kanal Media Unpad] Sebanyak 43 teknologi dan inovasi ditampilkan di Pameran Teknologi dan Inovasi di Lapangan Futsal, Bale Santika, Universitas Padjadjaran Kampus Jatinangor, 27-30 November 2023. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari penyelenggaraan Pimnas ke-36.

Pameran Teknologi dan Inovasi ini menonjolkan teknologi berinovasi tinggi yang memberikan dampak positif untuk kemajuan Indonesia. Tema yang diangkat yaitu “Dengan Teknologi dan Kreativitas untuk Indonesia Maju”.

 “(Pameran ini) lebih mengarah ke bagaimana teknologi itu mempunyai inovasi tinggi dan punya dampak untuk peningkatan Indonesia ke depan. Sustainable technology lebih diprioritaskan,” jelas Koordinator Pameran Asri Peni Wulandari, M.Sc., Ph.D.

Asri juga mengungkapkan bahwa pameran ini dibuka luas untuk umum. Meskipun sebagian besar inovasi yang dipamerkan berasal dari Universitas Padjadjaran yang menjadi tuan rumah acara Pimnas ke-36, pameran ini juga melibatkan kontribusi dari universitas dari daerah lain seperti Bangka Belitung, Tasikmalaya, dan beberapa lembaga seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI).

“Kita sedang memunculkan informasi bahwa Indonesia itu punya peluang riset-riset bagus gitu ya, terutama dari mahasiswanya. Jadi, silakan bagi siapapun untuk hadir,” tambahnya.

Asri berharap agar pameran ini bisa menjadi inspirasi bagi siapa pun, terutama mahasiswa Unpad untuk merasakan aura atmosfer perkembangan teknologi yang begitu positif dari para peneliti yang terlibat. Selain itu, pameran ini juga diharapkan dapat membuka potensi kerjasama dan kolaborasi antar berbagai pihak, baik itu dari industri dan pihak peneliti.

“Diharapkan ada kolaborasi, ya. Ada daya tarik dari pihak luar apakah dari industri atau dari pihak peneliti dari luar sehingga ada ikatan suatu rencana ke depan untuk kolaborasi,” harap Asri. (art)*

Share this: