[Unpad.ac.id, 15/09/2012] Masa depan dunia merupakan milik anak muda di jaman sekarang. Oleh karena itu, sudah semestinya anak muda yang terwakili oleh para mahasiswa menentukan masa depan mereka. Melalui Model United Nations (MUN), mahasiswa dituntut dapat menjawab berbagai macam isu dan permasalahan global yang ada sekarang untuk masa mendatang.

“Model United Nationsini dapat membuka wawasan kita mengenai isu global, selain itu melalui MUN kita juga bisa menjadi pencari solusi permasalahan dunia,” ujar Muhammad Taufiq, salah satu delegasi Unpad ketika ditemui di Ruang UPT Humas Unpad, Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Jumat (14/09).
Muhammad Taufiq (FIB) merupakan salah satu dari 17 delegasi Unpad ditambah satu orang Faculty Advisors (FA) yang akan menghadiri Asia-Pasific International Model United Nations (APMUN) di Bangkok, Thailand pada tanggal 20-24 September 2012 mendatang.
Selain Taufiq, delegasi Unpad juga terdiri atas Faridh Fuadi (FISIP), Febby Rosa Annisa Fitrie (FPsi), Ayu Tri Lestari Utami (FISIP), Astrini Simanjuntak (FIB), Nesti Ridha Husni (FIK), Woka Aditama (FEB), Aditya Alqamal Alianta (Fapet), Yeni Hamidah (FIB), Ihda Husnaeni (Faperta), Try Yurisandi (FEB), M. Gilang Ramadhan (FTIP), Anneke P. Kusumawati (FH), Cristina Elysabet (FISIP), Maisa Ulfah (FIB), Aryati Herliana (FISIP), dan Zelfa Lola Maretha (FISIP). Selain itu, turut juga Veriliani Windiasari sebagai Faculty Advisors.
APMUN kali ini juga cukup berbeda bila dibandingkan dengan Model United Nations yang sering digelar oleh universitas-universitas di seluruh dunia, karena APMUN ini sendiri diselenggarakan langsung oleh sekretariat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang ada di Bangkok. APMUN yang akan mereka ikuti juga memiliki fokus khusus pada pembangunan berkelanjutan dan Millennium Development Goals (MDGs).
Disana, mereka akan mendapatkan wawasan mengenai cara kerja sidang PBB dan dinamika hubungan internasional dengan mengasumsikan diri sebagai perwakilan PBB dan anggota badan-badan internasional lainnya. “Kita disana tuh melaksanakan simulasi sidang PBB, jadi disana seperti bentuk kecil sidang PBB. Kita mewakili negara-negara membicarakan sebuah permasalahan global dan menghasilkan resolusi,” jelas Ayu.
Mereka juga akan banyak belajar mengenai bagaimana cara menghasilkan resolusi melalui jalur diplomasi dan negosiasi. “Kita mewakili suatu negara untuk tau gimana caranya membentuk resolusi, gimana caranya untuk bernegosiasi,” tambah Faridh.
Tak mudah untuk ada diantara 17 orang delegasi dari Unpad ini. Mereka harus melalui berbagai macam tahapan dari mulai pengajuan berkas, seleksi kecil sidang PBB, hingga wawancara berbahasa Inggris dengan para alumni Model United Nations seluruh dunia. 17 mahasiswa ini sendiri terpilih dari kurang lebih 90 aplikan.
Ketika ditanya mengenai kesiapan, para delegasi tersebut menyatakan siap untuk bersaing dengan delegasi lainnya baik dari universitas di Indonesia dan universitas lainnya di seluruh dunia. Mereka telah mempersiapkan diri sebaik mungkin dengan mempelajari berbagai macam prosedur dan pengetahuan mengenai topik yang diangkat. Namun, mereka juga mengakui mendapat kesulitan untuk menemukan data yang valid mengenai negara yang diwakilinya.
“Kan kita bawa negara orang, kita juga harus hati-hati menemukan data yang valid tentang negara yang kita wakili,” tutur Adit.
Selain sebagai ajang untuk mengembangkan diri, mereka juga berharap dapat membawa salah satu penghargaan dari berbagai macam kategori yang diperlombakan disana, untuk diri mereka sendiri dan institusi yang mereka emban. “Dengan mendapatkan award tersebut, setidaknya kita bisa menaikkan nama Unpad di kancah Internasional,” harap Taufiq.*
Laporan oleh: Indra Nugraha/mar*
