Ilmu Pemuliaan Tanaman Harus Terus Dikembangkan

Prof. Dr. Ir. Hj. Murdaningsih Haeruman Karmana, M.Sc., saat menyampaikan orasi ilmiah, Kamis (13/09) di Bale Sawala Unpad.* (Foto: Tedi Yusup)

[Unpad.ac.id, 13/09/2012] Sektor pertanian merupakan salah satu sektor penggerak perekonomian dan pilar ketahanan pangan di tanah air. Krisis moneter pada tahun 1997-1998 merupakan puncak ketangguhan dari sektor pertanian. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2012, sektor pertanian di Indonesia merupakan penyedia lapangan yang sangat berarti. Lebih dari 40 juta orang bekerja pada sektor pertanian.

Prof. Dr. Ir. Hj. Murdaningsih Haeruman Karmana, M.Sc., saat menyampaikan orasi ilmiah, Kamis (13/09) di Bale Sawala Unpad.* (Foto: Tedi Yusup)

Menurut Guru Besar Ilmu Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian (Faperta) Unpad, Prof. Dr. Ir. Hj. Murdaningsih Haeruman Karmana, M.Sc., sektor pertanian akan tetap menjadi tumpuan dalam perekonomian bangsa ini, walaupun terdapat berbagai tantangan dan permasalahan, salah satunya ialah minimnya pasokan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi di sektor pertanian.

“Dengan beragamnya permasalahan dan tantangan yang ada, bila tanpa diimbangi dengan upaya-upaya yang strategis dan komprehensif dalam mengatasinya, maka akan menyebabkan semakin kompleksnya permasalahan, yang salah satunya dapat mengancam ketahanan pangan dan pada gilirannya akan membawa implikasi pada bidang sosial, ekonomi, bahkan politik di tanah air,” ungkap Prof. Murdaningsih saat menyampaikan Orasi Ilmiah Guru Besar Purnabakti dalam Rangka Dies Natalis ke-53 Faperta Unpad, Kamis (13/09) di Bale Sawala, Gedung Rektorat Kampus Unpad Jatinangor.

Orasi Ilmiah dengan judul “Peluang dan Tantangan Pengembangan Pemuliaan Tanaman di Indonesia” ini mempertegas harus ada upaya yang seirus dalam membangun sektor pertanian menjadi hal yang mutlak dilakukan. Salah satu upaya yang dilakukan ialah pemuliaan tanaman, yakni serangkaian kegiatan penelitian dan pengembangan genetik tanaman (modifikasi gen atau kromosom) untuk merakit kultivar/varietas unggul yang berguna bagi kehidupan manusia.

Pemuliaan tanaman pun harus diintegrasikan sebagai strategi peningkatan produktivitas. Hal tersebut merupakan kegiatan yang dinamis, berkelanjutan, dan interdisiplin. Namun, ungkap Prof. Murdaningsih, jumlah pemulia tanaman di Indonesia masih sangat sedikit. Kondisi tersebut tidak sebanding dengan jumlah dan jenis komoditas tanaman yang harus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan penduduk Indonesia, saat ini dan mendatang.

“Kegiatan pemuliaan tanaman merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah melalui perguruan tinggi denga swasta,” kata Prof. Murdaningsih.

Ia pun menambahkan, program pendidikan pemuliaan tanaman di perguruan tinggi pada tingkat Sarjana, Magister, dan Doktor harus dikembangkan untuk menjawab permasalahan tersebut. Peluangnya sangat besar, meskipun tantangan yang dihadapi sangat kecil. Faperta Unpad pun diharapkan dapat melakukan peningkatan academic atmosphere melalui peningkatan sarana dan prasarana penunjang, seperti fasilitas laboratorium yang menunjang mudahnya kegiatan pembelajaran dan penelitian.

Kiri-kanan: Prof. Dr. H. Tarya J. Sugarda, Ir. M.S., Prof. Dr. Ir. H. Amir Hamzah Soemintapoetra, dan Prof. Dr. Ir. Hj. Murdaningsih Haeruman Karmana, M.Sc.* (Foto: Tedi Yusup)

Dalam Orasi Ilmiah ini, selain  Prof. Murdaningish, ada pula orasi dari guru besar purnabakti Faperta lainnya, yaitu Prof. Dr. Ir. H. Amir Hamzah Soemintapoetra dengan judul orasi “Pemanfaatan Aleopati dalam Sistem Pertanian Berkelanjutan”, dan Prof. Dr. H. Tarya J. Sugarda, Ir. M.S., dengan judul orasi “Penyuluhan Paripurna, Penyuluhan Humanistik: Preskripsi Generasi Penyuluh Masa Depan”.

“Kami berharap dedikasi yang sudah diperlihatkan selama ini tetap dipertahankan. Kami pun akan mengusahakan beliau-beliau ini untuk menjadi guru besar emeritus,” ujar Dekan Faperta Unpad, Prof. Dr. H. Benny Joy, M.S. *

Laporan oleh Arief Maulana/mar*

Share this: