Para pemenang berfoto bersama pada malam puncak NBCC 2012 di the Centrum, Jl. Belitung No. 10 Bandung, Kamis (20/09).* (Foto: Indra Nugraha)

[Unpad.ac.id, 21/09/2012] Mahasiswa merupakan kaum intelektual yang sudah selayaknya dapat memecahkan berbagai macam persoalan di dalam masyarakat. Melalui National Business Case Competition (NBCC) 2012, mahasiswa bukan hanya ditantang untuk berkompetisi tetapi juga diharapkan dapat berkontribusi secara nyata memberikan solusi atas permasalahan-permasalahan yang ada di tengah masyarakat.

Para pemenang berfoto bersama pada malam puncak NBCC 2012 di the Centrum, Jl. Belitung No. 10 Bandung, Kamis (20/09).* (Foto: Indra Nugraha)

NBCC merupakan salah satu acara tahunan Himpunan Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unpad. Di kali kedua pelaksanaannya, NBCC 2012 mengangkat tema Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan tagline, Smart Solution Leading Innovation. Cukup beralasan nampaknya UMKM ini diangkat menjadi tema kompetisi, mengingat salah satu perekonomian rakyat tersebut kini seakan semakin tergerus dengan masuknya berbagai macam produk asing.

“UMKM merupakan salah satu penyokong perekonomian di Indonesia, dan teman-teman mahasiswa yang berjiwa kreatif, inovatif melalui kompetisi ini pasti punya banyak solusi untuk UMKM,” ujar Setyo Adi Harnandito, Ketua Pelaksana NBCC 2012 ketika ditemui pada malam puncak NBCC 2012 di the Centrum, Jl. Belitung No. 10 Bandung, Kamis (20/09).

Tak tanggung, 67 tim yang masing-masing terdiri atas tiga orang dan berasal dari seluruh penjuru negeri berhasil terkumpul dalam kompetisi ini. Dari 67 tim, setelah melalui proses seleksi akhirnya didapat 10 tim yang berhasil lolos ke babak grand final. 10 tim tersebut diantaranya berasal dari Universitas Indonesia (4 tim), Universitas Padjadjaran (2 tim), Universitas Airlangga (1 tim), Institut Pertanian Bogor (1 tim), Institut Teknologi Bandung (1 tim), dan Institut Manajemen Telkom (1 tim).

Kompetisi ini memang cukup berbeda bila dibandingkan dengan kompetisi bisnis yang ada selama ini. Jika kompetisi lain lebih terfokus pada business plan, perencanaannya, maka kompetisi ini lebih dominan pada ide dan strategi pemecahan kasus yang hadir di sebuah bisnis. Seperti yang terjadi selama babak grand final yang dimulai pada tanggal 17 hingga 20 September 2012 kemarin.

Tim yang berada dalam babak grand final melakukan kunjungan ke beberapa UMKM dan mereka diharuskan memberi solusi atas permasalahan yang dihadapi UMKM. UMKM yang mereka kunjungi diantaranya Maicih, Sepatu JK, dan Jamur Jayagiri, Lembang. “Layaknya konsultan, mereka memberikan semacam rekomendasi-rekomendasi atas case yang ada di UMKM,” ujar Wardhana, Dosen FEB sekaligus Juri dalam kompetisi ini.

Dari setiap kasus yang ada di setiap UMKM, maka dipilih satu tim pemenang oleh tiga orang juri yang terdiri atas dua orang akademisi dan satu orang praktisi untuk selanjutnya dipilih satu tim sebagai juara umum dengan skor tertinggi. Jika kriteria penilaian dari akademisi lebih ke sisi keilmuan, maka praktisi tersebut mencoba menyeimbanginya dengan aplikatif dan praktisnya ide yang diberikan.

“Penjurian ini tidak murni dari akademisi saja, tetapi juga dari si pemiliknya juga. Jadi pemilik bisa tahu rekomendasi itu dapat diaplikasikan atau tidak,” tambah Wardhana.

Setelah melalui berbagai macam proses penjurian, akhirnya pada malam puncak tersebut ditentukan pemenang dari setiap kasus di tiap UMKM. Kasus pertama yang berlokasi di UMKM Maicih berhasil dimenangkan tim Dragon (ITB) dengan hadiah uang senilai Rp 4 juta. Kasus kedua yang berlokasi di UMKM Jamur Jayagiri Lembang kembali dimenangkan tim Dragon (ITB) dengan hadiah uang senilai Rp 4 juta. Sedangkan, di kasus ketiga yang mengambil lokasi Sepatu JK dimenangkan oleh tim Power Puff (UI) dengan hadiah uang senilai Rp 4 juta. Juara umum sendiri akhirnya didapat oleh tim Dragon (ITB) dan mereka berhak mendapat hadiah uang senilai Rp 6 juta.

Ditemui setelah penyerahan hadiah, Tim Dragon, para mahasiswa ITB yang terdiri atas Handri Winata, Julie Riyanti Teresa, dan Rufus Azarya Harjandi mengungkapkan kegembiraannya atas kemenangan mereka dalam kompetisi ini walaupun harus terus berada dibawah tekanan kompetisi yang sangat ketat. Mereka juga mengapresiasi kompetisi business case seperti ini.

“Acara ini bisa menyalurkan pengetahuan kami dengan mengimplementasikannya secara nyata pada kasus-kasus yang nyata pula. Acara ini sangat baik sekali,” tutur Harjandi.

Sementara itu Ketua Jurusan Manajemen FEB Unpad, Dr. Umi Kaltum, SE., MS. berharap kegiatan semacam ini akan sangat membantu permasalahan yang terjadi di UMKM kita. “Semoga acara ini dapat memberikan kontribusi besar bagi UMKM yang menjadi case pada khususnya dan UMKM di Indonesia pada umumnya,” harapnya.*

Laporan oleh: Indra Nugraha/mar*

Share this: