FIB Unpad Targetkan Menjadi Fakultas Riset dan Pelayanan Bermutu

Dekan FIB Unpad, Prof. Dr. Dadang Suganda, M.Hum., sedang menyampaikan Orasi Ilmiah pada Puncak Perayaan Dies Natalis ke-54 FIB Unpad di Aula PSBJ FIB Kampus Unpad Jatinangor, Kamis (01/11). (Foto: Tedi Yusup)

[Unpad.ac.id, 01/11/2012] Berubahnya nama Fakulitas Sastra Unpad menjadi Fakultas Ilmu Budaya akan berdampak pada adanya perubahan situasi dan kondisi, baik internal maupun eksternal di fakultasnya. Tentunya, perubahan tersebut turut disesuaikan dengan Rencana Strategis (Renstra) Unpad yang saat ini memasuki periode 2012-2016. Sehingga, tahapan pengembangan FIB Unpad pada periode 2012-2016 memiliki sasaran sebagai fakultas riset dan pelayanan bermutu (research and quality service faculty).

Dekan FIB Unpad, Prof. Dr. Dadang Suganda, M.Hum., sedang menyampaikan Orasi Ilmiah pada Puncak Perayaan Dies Natalis ke-54 FIB Unpad di Aula PSBJ FIB Kampus Unpad Jatinangor, Kamis (01/11). (Foto: Tedi Yusup)

Hal tersebut disampaikan oleh Dekan FIB Unpad, Prof. Dr. Dadang Suganda, M.Hum., dalam Orasi Ilmiah memperingati Puncak Perayaan Dies Natalis ke-54 FIB Unpad di Aula Pusat Studi Bahasa Jepang (PSBJ) FIB Kampus Unpad Jatinangor, Kamis (01/11). Menurutnya, perubahan internal dan eksternal yang dimaksud ialah berpengaruh terhadap tridharma, tugas pokok, struktur organisasi, konten ilmu, hingga terhadap aksesibilitas dan realibilitas pengembangan fakultas secara keseluruhan.

“Tugas ke depan, ialah bagaimana mengisi ruang-ruang perubahan itu sendiri agar berjalan baik dan berhasil membangung FIB Unpad,” ujarnya.

Rancangan Pengembangan FIB periode 2012-2016 sendiri dibagi menjadi dua tahapan besar, yakni tahap penguatan internal dan tahap penguatan institusi. Untuk tahap penguatan internal, ada lima misi yang harus dijalankan, yaitu menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, menyelenggarakan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan pasar (market oriented), memperkuat tugas, fungsi, dan peran program studi, menyediakan infrastruktur akademik dan infrastruktur kegiatan kemahasiswaan, serta memperkuat kemampuan dosen dan penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

“Untuk tahap pengembangan internal ini diharapkan akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kurikulum yang berbasis kompetensi seperti yang tengah diprogramkan oleh Unpad pada bagian internalnya,” jelas Prof. Dadang.

Sementara untuk tahap penguatan intitusi, akan difokuskan pada optimalisasi tugas dan fungsi program studi, proses pembelajaran, infrastruktur, serta lulusan yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap internal sebagai dasar dari Renstra yang dibuat. Pada tahap ini, ada delapan misi yang dijalankan oleh FIB Unpad dengan berbagai program untuk memenuhi target yang telah direncanakan.

Salah satu misi yang penting ialah meraih keunggulan melalui internasionalisasi program studi dan pembukaan program studi baru.“Saat ini kami tengah merancang kurikulum kelas internasional untuk Program Studi Sastra Sunda, Sastra Indonesia, dan Kajian Budaya. Selain itu, perlu disiapkan pula tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang terlatih untuk kelas internasional tersebut,” katanya.

Selain itu, ke depan FIB Unpad pun akan membuka program studi baru, yakni program studi Seni dan Kajian Budaya untuk program S-1 dan S-2. Hal inipun tengah ditindaklanjuti pelaksanaannya dengan menyusun kurikulum, tenaga, sarana dan prasarana yang akan mendukung pada program studi baru ini.

“Untuk pembukaan Program Studi yang baru, kami pun telah melakukan studi kelayakan yang berorientasi pada kelayakan dan kebutuhan pasar,” tambah Prof. Dadang.

Di usianya yang ke-54, FIB Unpad terus berbenah untuk pengembangan yang lebih baik ke depan. Prof. Dadang pun berharap agar banyak pihak dapat membantu memberikan masukan, perbaikan, dan pendapat di dalam pengembangan fakultasnya. “Semoga semuanya akan menjadi energi positif dalam turut menyiapkan rancangan pengembangan FIB yang lebih baik ke depannya,” harap Prof. Dadang.*

Laporan oleh: Arief Maulana/mar

Share this: