Osman Diallo, Mahasiswa Unpad Asal Senegal Terpilih Menjadi President International Student Forum in Indonesia

Osman Diallo, mahasiswa Unpad asal Senegal yang terpilih menjadi President International Student Forum in Indonesia. (Foto: Tedi Yusup)

[Unpad.ac.id, 28/11/2012] Kendala terbesar yang harus dihadapi para mahasiswa asing yang tinggal dan belajar di Indonesia mungkin adalah komunikasi. Kebanyakan, kesulitan komunikasi tersebut ditutupi  mereka dengan menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa dunia. Namun, bagi Osman Diallo, mahasiswa asal Senegal, cara belajar yang paling efektif di sebuah negara itu pertama kali adalah dengan mengerti, memahami, serta dapat menggunakan bahasa dimana ia belajar sebagai alat komunikasi.

Osman Diallo, mahasiswa Unpad asal Senegal yang terpilih menjadi President International Student Forum in Indonesia. (Foto: Tedi Yusup)

“Kami orang asing belajar di Indonesia tapi yang paling banyak kita pakai Bahasa Inggris. Kami tidak bisa ke Indonesia dan pakai bahasa Inggris terus, harus pakai bahasa Indonesia,” ujar Osman ketika ditemui di Ruang UPT Humas, Gedung Rektorat Unpad, kampus Jatinangor, Rabu (28/11).

Atas kemampuannya dalam berbahasa Indonesia dengan hampir sama baiknya dengan bahasa ibunya tersebut, akhirnya Osman juga terpilih menjadi President International Student Forum in Indonesia yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI pada tanggal 11-13 November 2012 lalu di Institut Pertanian Bogor (IPB). Osman yang juga menguasai bahasa Inggris dan Perancis ini berhasil unggul diantara perwakilan dari 25 universitas negeri maupun swasta lainnya yang ada di Indonesia.

Organisasi yang kini ia pimpin tersebut merupakan suatu forum untuk mengumpulkan sekaligus menyatukan seluruh mahasiswa asing yang ada di Indonesia. Keberadaan forum ini sendiri dirasa penting untuk mendukung internasionalisasi pendidikan sekaligus mendukung keberhasilan pendidikan di Indonesia.

Osman yang kini tercatat juga sebagai mahasiswa Magister Ilmu Ekonomi konsentrasi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unpad ini mengakui bahwa salah satu cara belajar Bahasa Indonesia yang paling mudah adalah melalui orang-orang yang ada di sekitarnya. Walaupun ia juga tak memungkiri bahwa harus ada dasar berbahasa yang didapatnya dari bangku kuliah.

“Saya suka berkomunikasi di jalanan dengan supir angkot, anak-anak, dengan ibu kos. Tapi dasarnya untuk bahasa Indonesia itu lebih bagus di kelas, karena lebih formal, kalau di jalanan bahasanya dicampur-campur dengan Bahasa Sunda dan lainnya,” jelasnya.

Sebagai President International Student Forum in Indonesia, ia juga berencana untuk membuat sebuah website sebagai tempat komunikasi para mahasiswa asing dengan menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa utama.

Kedepannya, Osman yang kini juga menjabat sebagai President Unpad International Student Association (UISA) ingin kembali membuat sebuah pertemuan antar mahasiswa asing seluruh Indonesia di Unpad. Dalam pertemuan tersebut, ia pun berencana membuat sebuah kompetisi berbahasa Indonesia diantara para mahasiswa asing tersebut.

“Saya mau itu menjadi kompetisi mahasiswa asing dimana tiap universitas mengirim mahasiswanya untuk berkompetisi dalam bahasa Indonesia seperti berpidato, menulis puisi, soal-jawab, dan lainnya dengan bahasa Indonesia,” tegasnya. *

Laporan oleh: Indra Nugraha/mar

Share this: