PadMUN 2012 Perkenalkan Model United Nations ke Seluruh Mahasiswa Unpad

[Unpad.ac.id, 25/11/2012] Model United Nations (MUN) yang identik dengan kegiatan simulasi sidang negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) selalu menjadi ajang bagi para mahasiswa mengasah kemampuan mereka dalam berdiplomasi. Puluhan, bahkan mungkin ratusan kali simulasi sidang akademik PBB ini diselenggarakan di berbagai belahan dunia setiap tahunnya.

Logo Unpad *

Unpad sendiri tak pernah absen untuk mengirimkan para mahasiswanya di berbagai macam ajang MUN ternama. Namun, setiap ajang MUN tersebut selalu didominasi oleh mahasiswa dari bidang ilmu tertentu saja. Padahal, kemampuan diplomasi sebagai hal yang paling diasah dalam MUN merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki oleh seorang mahasiswa. Lagi pula, untuk merumuskan sebuah resolusi sebagai tujuan akhir dari sidang PBB tersebut dibutuhkan berbagai macam bidang ilmu.

Untuk lebih memperkenalkan MUN kepada seluruh mahasiswa Unpad tak terkecuali, Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpad menggelar acara bertajuk Padjadjaran Model United Nations (PadMUN) 2012. MUN yang diadakan untuk pertama kali di Unpad ini diikuti tak kurang dari 91 mahasiswa dari berbagai macam fakultas yang ada di Unpad.

“Di Unpad, rata-rata yang mengikuti Model United Nations itu cuma beberapa fakultas tertentu saja, jadi sekarang kita mau memperkenalkan model united nations ke seluruh mahasiswa Unpad,” tutur Putri Damayanti, Ketua Pelaksana PadMUN 2012 ketika ditemui di sela kegiatan di Gedung D, kampus FISIP Unpad, Jatinangor, Sabtu (24/11).

Lebih lanjut, dikatakan Putri PadMUN 2012 pertama kali ini juga mengangkat tema “Engaging Diversity, Broadening Diplomacy” dengan maksud untuk menyatukan berbagai macam fakultas yang ada di Unpad. “Kita mau meng-engage semua perbedaan yang ada di semua fakultas, setelah itu kita juga mau memperkenalkan bahwa diplomasi itu bukan hanya bisa dilakukan oleh mahasiswa Hubungan Internasional saja,” jelasnya.

Layaknya MUN yang biasa terselenggara, PadMUN2012 juga membahas beberapa topik yang menyangkut dengan permasalahan di berbagai belahan dunia.  Para peserta yang telah mewakili beberapa negara di seluruh dunia terbagi ke dalam dua komite yaitu General Assembly dan United Nation Development Programme (UNDP). Topik yang dibahas pada General Assembly yaitu mengenai pencegahan penggunaan tentara anak, sedangkan UNDP membahas topik mengenai kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim di berbagai macam penjuru dunia.

Putri juga berharap PadMUN 2012 yang diselenggarakan kali ini dapat menjadi motivasi sekaligus tonggak bagi para mahasiswa untuk berprestasi di ajang MUN yang lebih bergengsi dan kompetitif. “Setelah dikenalkan Model United Nation ini, diharapkan para mahasiswa dapat jatuh cinta terhadap MUN. Di samping itu, mereka juga dapat meningkatkan prestasinya dengan mengikuti MUN baik yang diselenggarakan secara nasional maupun internasional,” tandasnya.

Sementara itu, Damianus Andreas, mahasiswa Fikom Unpad 2011, salah satu peserta yang mewakili negara Romania dalam komite UNDP menyampaiakan apresiasinya atas penyelenggaraan acara ini. Terlebih melalui acara ini ia berharap dapat meningkatkan kemampuannya dalam berdiplomasi. “Acara ini bisa mengembangkan pengetahuan mengenai MUN serta meningkatkan kemampuan diplomasi saya,” katanya.*

Laporan oleh: Indra Nugraha/mar

Share this: