Unpad Berbagi, Dekatkan Unpad kepada Masyarakat

Para siswa SDN Majasih 2, Desa Majasih, Kec. Sliyeg, Indramayu sedang belajar menyikat gigi yang baik dan benar pada acara Unpad Berbagi , Sabtu (10/11). (Foto: Arief Nugraha)

[Unpad.ac.id, 18/11/2012] Di usianya yang ke-55 tahun, Unpad secara kontinu mengembangkan keilmuan yang berbasis kepada masyarakat. Oleh karena itu, dalam rangka Dies Natalis ke-55, digelar rangkaian acara “Unpad Berbagi”, hari Sabtu dan Minggu (17-18/11), di desa yang menjadi binaan Unpad, yakni Desa Majasih, Kecamatan Sliyeg, Indramayu. Beragam acara digelar, seperti Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut serta Cuci Tangan, Seminar Pengolahan Sampah, Panggung Rakyat, Pengobatan Gratis, dan Bazar Sembako Murah.

Para siswa SDN Majasih 2, Desa Majasih, Kec. Sliyeg, Indramayu sedang belajar menyikat gigi yang baik dan benar pada acara Unpad Berbagi , Sabtu (10/11). (Foto: Arief Maulana)

Kegiatan pertama yang digelar pada hari Sabtu ialah Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut serta Seminar Pengolahan Sampah. Hari belum beranjak siang. Namun, rombongan anak-anak sekolah dasar dari SDN Majasih 1, 2, dan 3, sudah bernyanyi riang sambil berjalan beriringan menuju SDN Majasih 2, tempat digelarnya penyuluhan tersebut.

Riuh riang anak-anak kelas 1 sampai 6 pun tampak ketika para mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Gigi Unpad satu persatu mulai membagikan sikat dan pasta gigi. Mereka pun terlebih dahulu diberi pengarahan mengenai pentingnya menyikat gigi 2 kali sehari sambil diajari cara menyikat gigi yang baik dan benar. Selesai pengarahan, anak-anak pun siap dengan sikat yang telah diolesi pasta gigi. Mengikuti aba-aba yang diberikan oleh tiap-tiap pendamping, anak-anak pun mulai menyikat gigi mereka.

Tidak mudah memang menyikat gigi dengan tata cara yang telah diajarkan. Bahkan, beberapa diantara mereka gusinya berdarah karena menyikat terlalu semangat. Namun, mereka tetap senang menyikat gigi  sampai-sampai ada beberapa anak yang mengulanginya. “Odolnya enak kak!” begitu ucap salah seorang siswa.

Kepala Sekolah SDN Majasih 2, H. Kasanudin, mengungkapkan bahwa dirinya sangat mengapresiasi penyuluhan yang dilakukan oleh Unpad tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut efektif untuk membimbing dan mengarahkan anak-anak untuk bisa mandiri, serta mampu menjaga kesehatan diri sendiri maupun lingkungannya. Ia pun mengakui, Unpad adalah perguruan tinggi pertama yang mengadakan penyuluhan di sekolahnya

“Di sekolah kami, baru Unpad saja yang mengadakan kegiatan penyuluhan seperti ini, perguruan tinggi lain hanya sebatas pada bimbingan konseling. Kami harapkan jangan sampai dilakukan pada tahun ini saja, tetapi rutin dilakukan setiap tahun agar anak lebih bisa menjaga kesehatan dan lebih tahu Unpad,” harapnya.


Minggu (18/11) besoknya, Pengobatan Gratis dan Bazar Sembako Murah juga mendapat antusias dari warga Desa Majasih. Menurut Ketua Pelaksana Unpad Berbagi, Ardi Ardiyana, jumlah warga yang mengikuti pengobatan gratis sejak jam 8 pagi mencapai 320 orang. Kebanyakan pasien yang berobat merupakan warga yang berusia di atas 40 tahun. Sementara untuk bazar sembako murah telah terjual habis, yakni 249 kantong. Hasil dari penjualan sembako ini kemudian diberikan lagi kepada warga dan ahli mesjid yang kurang mampu berupa mukena dan sarung yang masing-masing berjumlah 66 dan 20 buah.

Adapun untuk pemberian kornet hasil kerja sama antara Unpad dengan Rumah Zakat, dari jumlah 2000 kornet yang diberikan, 1600 buah diberikan kepada warga desa Majasih, dan 400 buah telah diberikan kepada warga desa Longok, yang juga menjadi Desa Binaan Unpad.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unpad, Prof. Dr. Wawan Hermawan, M.S., mengungkapkan, kegiatan yang dilaksanakan di desa Majasih harus rutin digelar setiap tahun agar tidak ada istilah “Kampus sebagai Menara Gading”. Oleh karena itu, pihaknya berharap, Unpad melalui BEM Kema dapat terus menggelar kegiatan serupa setiap tahunnya.

“Ini adalah salah satu upaya untuk lebih mengenal dan mendekatkan Unpad kepada masyarakat dan pelajar. Sifatnya harus sustainable. Oleh karena itu, di tahun berikutnya kegiatan ini harus rutin diadakan di Desa Majasih agar gradasi perkembangannya dapat terlihat,” ujarnya ketika sedang memantau jalannya kegiatan bersama Sekretaris LPPM Unpad Sondi Kuswayan, Ir. M.S., dan Ketua Pelaksana Pekan Ilmiah Unpad, Dr. Dwi Purnomo, M.T.

Lebih lanjut, Prof. Wawan mengungkapkan, Unpad Berbagi merupakan kegiatan pertama yang digelar secara sinergitas antara pihak BEM, LPPM, dan Kemahasiswaan Unpad. Langkah tersebut adalah upaya menggabungkan unsur-unsur Tridharma Perguruan Tinggi yang meliputi, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, tiga aspek tersebut selama ini seringkali berjalan sendiri-sendiri. “Pada dasarnya, pelaksanaan Tridharma harus dilaksanakan bersama-sama,” tegasnya.

Ardi sendiri pun memberikan pendapat berdasarkan sudut pandang mahasiswa. “Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya turun aksi ke jalan, tapi bisa juga turun langsung mengabdi kepada masyarakat,” tuturnya

Ia pun berharap, kegiatan seperti ini dapat digelar lagi di tahun depan. Sebab, ada kebanggaan yang dirasakan olehnya ketika melihat senyum anak-anak dan para warga yang merasa terbantu dengan adanya kegiatan Unpad Berbagi di desanya.*

Laporan oleh: Arief Maulana/mar

 

Share this: