[Unpad.ac.id, 03/12/2012] Internasionalisasi dalam berbagai bentuk dan cara implementasinya merupakan salah satu arah penting dalam pendidikan di jaman yang semakin mengglobal seperti sekarang ini. Dalam menghadapi tantangan tersebut, Unpad sendiri telah memiliki sebuah roadmap intenasionalisasi perguruan tinggi yang tertuang dalam grand starategy Unpad dengan visi “Menjadi Universitas Unggul dalam Penyelenggaraan Pendidikan Kelas Dunia”.

“Ketika kita akan mengembangkan internasionalisasi sebenarnya sudah ada panduannya di dalam rencana strategis (renstra) kita, walaupun sifatnya lebih pada aspek-aspek hukum atau secara umum saja,” ujar Wakil Rektor I Unpad, Prof. Dr. H. Engkus Kuswarno, MS., dalam Lokakarya Road Map Internasionalisasi Fakultas di Lingkungan Unpad yang dihelat di Linggarjati Room, Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang 45 No. 212, Bandung, Senin (03/12).
Namun, ia juga tak menutupi bahwa menurutnya kendala yang terjadi di lingkungan Unpad saat ini dalam hal internasionalisasi adalah kesiapan yang yang dimiliki diantara fakultas-fakultas dalam implementasi roadmap internasionalisasi. Dalam hal ini, belum semua fakultas dan program studi di lingkungan Unpad memiliki rencana strategis yang cukup rinci dan pemahaman teknis yang memadai untuk menuju internasionalisasi.
“Detailnya, semacam pedomannya atau renstra yang lebih spesifik sampai pada tingkat fakultas memang belum ada. Itu saya kira yang menjadi penting untuk kita kembangkan dan hasilnya kita akan segera buat untuk dijadikan panduan kita dalam melaksanakan internasionalisasi,” tambahnya.
Lokakarya yang dihadiri oleh para pimpinan fakultas yang ada di Unpad ini sendiri berusaha mencoba mencari solusi atas permasalahan tersebut. Lokakarya yang akan dilaksanakan pada tanggal 3-4 Desember ini berusaha untuk memfasilitasi pimpinan fakultas dalam proses penyusunan dan implementasi rencana srategis internasionalisasi di fakultas. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun kesamaan persepsi dan komitmen mengenai internasionalisasi di Unpad.
Senada dengan Prof. Engkus, Wakil Rektor III Unpad, Dr. med. Setiawan, dr., juga menganggap bahwa telah ada payung dalam mengimplementasikan internasionalisasi ini. Ia juga menuturkan salah satu fondasi penting dalam internasionalisasi ini adalah dalam hal kerja sama. Kerja sama yang dilakukan dapat melalui berbagai macam program seperti exchanged faculty/students, double/joint degree/twinning program, joint research, joint lecture, joint seminar, external reviewer (journal/article), external examiner.
Ditambahkannya, dalam hal internasionalisasi ini ada beberapa strategi implementasi seperti misalnya melalui kepemimpinan dengan visi internsasionalisasi, pengorganisasian kerja sama internasional, serta peran dosen sebagai agen internasionalisasi di lingkungan Unpad. “Setiap dosen menjadi agent of internationalization, terutama para alumni luar negeri,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, R. Purwanto Subroto, Ph.D., juga menyambut baik internasionalisasi dalam bentuk kerja sama yang telah dilakukan Unpad selama ini. Dijelaskannya ada beberapa macam bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan lagi oleh Unpad seperti dalam bidang akademik seperti double degree program, joint degree program, credit transfer, serta international research collaboration. Kerja sama lainnya dengan universitas di luar negeri dapat dilakukan melalui program-program beasiswa seperti program S2/S3 luar negeri, Program Sandwich-like, SAME, serta pertukaran staff dan dosen.
Dirjen Dikti sendiri terus mendukung universitas-universitas yang terus berusaha melakukan internasionalisasi dalam tubuhnya melalui berbagai macam hibah seperti hibah penguatan Kantor Urusan Internasional (PPKUI), hibah Kerja sama Internasional (PHKI), Pameran Pendidikan (NAFSA, EAIE, Indo Expo), serta Muhibah Seni.
Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) Unpad, Anne Nurbaity, S.P., M.P., Ph.D., mengatakan bahwa dari segi institusi Unpad sendiri sebetulnya telah siap untuk memulai program-program internasionalisasi melalui koordinasi dengan Kantor Urusan Internasional sebagai ujung tombak. Diharapkannya dari lokakarya yang akan berlangsung selama dua hari ini akan didapat dokumen renstra yang dapat diimplementasikan oleh setiap fakultas.
“Output-nya nanti diharapkan tersusun dokumen rencana strategis dan roadmap internasionalisasi setiap fakultas di lingkungan Unpad yang siap untuk direalisasikan pada tahun 2013, serta KUI untuk tingkat fakultas,” tuturnya.
Selain itu, luaran lain dari lokakarya yang diselenggarakannya ini juga mampu menyusun dokumen awal pembakuan summer course program di lingkungan Unpad, serta merencanakan dan menyepakati rincian kegiatan cross-discipline university wide summer course program 2013 yang merupakan salah satu target internasionalisasi Unpad di tahun 2013.*
Laporan oleh: Indra Nugraha/mar
