[Unpad.ac.id, 10/12/2012] Pertanian merupakan sektor penting dalam kehidupan manusia, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Hal ini harus disadari oleh setiap orang sedari kecil. Berangkat dari hal tersebut, Komunitas Pencinta Anak dan Remaja (KPAR) Fakultas Psikologi bekerja sama dengan Klinik Tanaman (Klintan) HPT Fakultas Pertanian Unpad mengadakan sebuah kegiatan untuk mengenalkan bidang pertanian kepada para siswa Kelas 4 SDN Kananga Jatinangor. Kegiatan ini berlangsung di kebun milik Calakan Farm di Ciparanje, Jatinangor pada Sabtu (9/12) .

Dengan mengambil tema “Back to Nature”, Klintan selaku pemateri menyampaikan materi yang sesuai dengan kurikulum ilmu alam kelas 4 sekolah dasar, tentang tumbuhan monokotil dan dikotil. Selain itu, disampaikan pula ilmu-ilmu dasar bercocok tanam sayuran pakcoy. Sayuran sejenis sawi ini dipilih karena akrab dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, budidayanya pun tergolong mudah, sehingga cocok untuk anak seusia mereka.
“Calakan Farm merupakan unit usaha mahasiswa Fakultas Pertanian Unpad yang berorientasi ekspor. Tempat ini kami pilih karena disini lengkap, sehingga bisa mengenalkan pertanian mulai dari persemaian hingga panen kepada adik-adik kita tersebut,” ujar Ferdian Ardi, selaku Komandan Tim Klintan.
Setelah materi selesai disampaikan, peserta diajak untuk ikut praktik menanam pakcoy. Mulai dari persiapan media tanam, yaitu tanah dicampur kompos. Masing-masing peserta diberi kesempatan untuk mencoba mencampurkan dan memasukkan campuran tadi ke dalam gelas plastik bekas yang mereka bawa.
“Kami sengaja meminta adik-adik untuk membawa gelas plastik bekas, untuk menanamkan kesadaran sejak dini bahwa barang bekas seperti gelas plastik jangan langsung dibuang, tapi bisa dimanfaatkan lagi, seperti sebagai pot tanaman. Sehingga mereka sudah belajar untuk cinta lingkungan sejak kecil,” terang Mila Susilawati, salah satu anggota Tim Klintan.
Setelah menyiapkan media tanam, setiap peserta diberi satu bibit yang sebelumnya telah disemai untuk ditanam di gelasnya tersebut . Setelah itu peserta diajak untuk panen sayuran pakcoy yang di salah satu rumah kasa. Sayuran yang telah mereka panen sendiri tersebut nantinya bisa dibawa pulang ke rumah masing-masing.
Peserta terlihat sangat antusias, terutama saat memanen pakcoy. Walaupun diharuskan untuk memegang tanah, namun mereka tidak sungkan. Bahkan ada beberapa yang bercanda dengan teman-temannya. Diakhir kegiatan, Klintan membagikan hadiah bagi mereka yang menjawab pertanyaan dengan benar. Hadiahnya berupa spesimen kupu-kupu yang diawetkan dalam kotak transparan. Hadiah tersebut sempat membuat kaget beberapa anak, karena tidak menduga akan mendapatkan hadiah unik seperti itu.
Kepala Divisi Pengabdian Masyarakat Klinik Tanaman, Alga Delima Putra mengaku sangat bersemangat dengan kegiatan ini, karena sejalan dengan misi Klintan untuk berkontribusi nyata di bidang pertanian. “Dengan dikenalkannya pertanian sejak dini, kami berharap adik-adik ini bisa menjaga pertanian dan lingkungan di masa depan,” ujarnya.*
Rilis oleh : Klinik Tanaman HPT Faperta Unpad/mar
