U-Camaintian Tawarkan Permainan Catur Beregu yang Sebenarnya

Simulasi permainan U-Camaintian pada saat Jumpa Pers U-Camaintian Nasional 2012 di Executive Lounge Lt. 2 Gedung 2, kampus Unpad Dipati Ukur, Kamis (13/12). (Foto: Dadan T)

[Unpad.ac.id, 13/12/2012] Permainan catur yang dikenal selama ini merupakan salah satu permainan yang menguji bagaimana ketangkasan berpikir seorang individu dalam sebuah papan catur. Namun, bagaimana bila permainan itu dimainkan secara bersamaan oleh tiga orang? U-Camaintian yaitu “Unpad – Catur Main Bertiga Bergantian” atau “Yuk Catur, Main Bertiga Bergantian”berhasil menjawabnya. Berusaha mendobrak pakem yang selama ini dimainkan dalam sebuah permainan catur, U-Camaintian menantang kemampuan berpikir tiga orang dalam sebuah papan catur.

Simulasi permainan U-Camaintian pada saat Jumpa Pers U-Camaintian Nasional 2012 di Executive Lounge Lt. 2 Gedung 2, kampus Unpad Dipati Ukur, Kamis (13/12). (Foto: Dadan T)

“Catur dianggap sebagai permainan individual, tapi sebenarnya berdasarkan pengalaman, kita juga bisa bermain catur secara bersama-sama,” tutur Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia dalam Jumpa Pers U-Camaintian Nasional 2012 di Executive Lounge Lt. 2 Gedung 2, kampus Unpad Dipati Ukur, Kamis (13/12).

Catur yang ditawarkan dalam U-Camaintian sendiri merupakan hasil buah pikir Prof. Ganjar Kurnia, ia memandang bahwa melalui permainan yang kecil ini justru kebersamaan yang semakin menjadi barang langka justru dapat kembali ditularkan. Ia juga mengakui bahwa selama ini telah berkembang permainan catur beregu, namun kenyataannya catur beregu yang telah dipertandingkan selama ini hanya menguji permainan individu saja.

“Dengan cara kita ini memang benar tiga lawan tiga. Memang secara berhadapan tiga orang lawan tiga orang, dengan cara seperti itu justru kita ingin lihat kekompakannya,” tambah rektor.

Produk inovatif permainan catur ini sendiri akan dipertandingkan secara nasional di Unpad pada hari Sabtu (15/12) mendatang bertempat di Grha Sanusi Hardjadinata. Peserta U-Camaintian tahun ini sendiri adalah perwakilan daerah/ provinsi, perguruan tinggi, mitra Unpad, dan alumni Unpad yang bekerja di luar Unpad. Tak tanggung, total hadiah yang ditawarkan dalam U-Camaintian sendiri sangat besar berjumlah Rp 55.000.000,00.

Rektor juga berharap kompetisi ini menjadi tolak ukur agar kedepannya U-Camaintian dapat diselenggarakan secara lebih luas, bahkan tidak mungkin catur yang bisa dibilang “nyeleneh” ini dipertandingkan juga secara resmi di sebuah pertandingan olah raga. ”Kami punya pemikiran bahwa ini merupakan barang yang ingin kami tawarkan secara terus menerus untuk dipertandingkan secara regional, nasional, maupun internasional,” pungkasnya.

Selain Jumpa Pers, dalam kesempatan tersebut juga diadakan simulasi permainan U-Camaintian antara para perwakilan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) dengan para wartawan yang hadir. Haryatun Armansyah, salah satu wasit nasional yang ikut bermain dalam simulasi tersebut mengaku kaget dengan sistem permainan catur yang baru ini. “Ini pertandingan paling unik karena kita bisa mengukur kekompakan kita dalam sebuah tim. Bahkan bukan hanya kekompakan di belakang juga satu sama lainnya malah bertengkar,” ujarnya diiringi gelak tawa.*

Laporan oleh: Indra Nugraha/mar

Share this: