Kontes Ternak 2013 untuk Cari dan Pantau Pengembangan Bibit Ternak di Jabar

Domba, salah satu hewant ernak yang ada di Kontes Ternak 2013 di Unpad Kampus Jatinangor (Foto: Tedi Yusup)*

[Unpad.ac.id, 18/06/2013] Dinas Peternakan (Disnak) Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Fakultas Peternakan Unpad menggelar Kontes Ternak 2013 pada 17-18 Juni 2013 di Lapangan PPBS Unpad Kampus Jatinangor. Sekitar 500 ternak jenis sapi, domba, dan kambing dari berbagai Kota/Kabupaten di Jawa Barat mengikuti kontes tahunan tersebut.

Domba, salah satu hewant ernak yang ada di Kontes Ternak 2013 di Unpad Kampus Jatinangor (Foto: Tedi Yusup)*

Kontes tersebut mempertandingkan produktivitas dan penampilan dari hewan ternak yang dilombakan. Ada beberapa kategori yang dilombakan, yaitu Sapi Perah (ratu, bibit, dara), Sapi Potong (Sapi Potong Jantan umur 2-3 tahun, sapi potong betina 1,5- 2 tahun), Domba (Ratu, Bibit, Raja Pedaging, Raja Kasep, Calon Pejantan), serta Kambing (Ratu Bibit, Pejantan).

Tujuan dari digelarnya kontes yaitu untuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan dari pengembangan bibit hewan ternak di Jawa Barat pada khususnya. Selain itu, kontes ini digelar untuk mencari peternak muda yang unggul dan mampu bersaing.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Gubernur Jabar, H. Deddy Mizwar. Menurutnya, saat ini terjadi paradoks dalam produksi ternak di Jawa Barat. Produksi ternak di Jawa Barat jauh lebih rendah dari daerah lain di Indonesia, padahal Jawa Barat memiliki potensi alam dan SDM yang melimpah. Sementara, kebutuhan masyarakat akan konsumsi daging sangat besar.

“Kita ingin bagaimana beternak itu menjadi suatu budaya di Jawa Barat,” kata Deddy saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara puncak kegiatan, Selasa (18/06).

Wagub yang baru dilantik beberapa waktu yang lalu ini juga menuturkan, jenis sapi asli Jawa Barat pun saat ini sudah langka. Hal inilah yang menjadi tugas bagi Disnak. Melalui kontes ini, Deddy pun menginstruksikan untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut mengenai sapi asli Jawa Barat.

“Saya pikir kegiatan ini sangat positif, apalagi digelar setiap tahun. Saya harapkan, kegiatan ini lebih ditingkatkan lagi minimal 2 -3 kali setiap tahunnya,” ujar Deddy.

Dari keseluruhan kategori lomba, Kabupaten Bandung Barat berhasil keluar sebagai Juara Umum berdasarkan perolehan poin mengalahkan kota-kota lainnya. Juara tersebut mendapatkan trophy dan Piala Bergilir dari Gubernur Jabar yang diserahkan secara langsung oleh Deddy.

“Saya sangat mengapresiasi kontes tersebut, apalagi juri untuk kontes ini juga berasal dari profesor, para ahli, dan sarjana peternakan,” ucapnya.

Usai penyerahan hadiah, Deddy berkeliling mengunjungi stan-stan sekaligus melihat ternak-ternak unggul peserta lomba. Deddy pun sempat mencicipi susu Kambing Peranakan Ettawa (PE) yang murni dari hasil perahan tanpa dimasak terlebih dahulu. Setelah diyakinkan oleh para ahli kambing Fapet Unpad, Deddy pun langsung meminum susu yang diyakini banyak memiliki manfaat tersebut.

Di tempat yang sama  Wakil Rektor III Unpad, Dr. med. Setiawan, dr., pun mengungkapkan, digelarnya kontes tersebut di kampus Unpad akan membawa dampak positif, khususnya bagi pengembangan keilmuan yang berbasis kepada masyarakat.

“Ini akan tercipta komunikasi antara dosen terkait peternakan kepada para praktisi, sehingga akan menciptakan keilmuan yang bisa diaplikasikan langsung ke masyarakat,” ujar Setiawan.

Dalam kesempatan tersebut dilakukan pula penandatangan Letter of Intent antara Wagub Jabar, Disnak, dan Negara Bagian Victoria Australia di Ruang Rektor, Gedung Rektorat Unpad Jatinangor.*

Laporan oleh: Arief Maulana / eh *

Share this: