[Unpad.ac.id, 21/08/2013] The Sumitomo Foundation, Jepang memberikan tawaran hibah dana penelitian bagi dosen dan peneliti di Unpad. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Program Officer Planning Development The Sumitomo Foundation, Koichi Ishizuka saat berkunjung ke Unpad, Rabu (21/08) sore.

Menurut Koichi, ada 5 ringkasan dari grant program yang ditawarkan The Sumitomo Foundation, yaitu Japan-related, cultural worldwide, cultural domestic, environmental, dan basic science. Khusus untuk Japan-related, penelitian yang dilakukan harus ada hubungannya dengan Jepang, baik dalam aspek penelitian maupun aspek peneliti.
Lanjut Koichi, selama ini belum ada satu dosen/peneliti dari Unpad yang proposal penelitiannya lolos untuk didanai oleh The Sumitomo Foundation. Pihaknya sendiri mencatat, selama tahun 1991 hingga sekarang, baru sekitar 7 orang dari Unpad yang mengajukan proposal penelitian. Namun, tak ada satu pun yang lolos seleksi.
“Untuk itulah, semakin banyak yang mengajukan proposal ke kami, kami akan mengapresiasi sekali. Dan kami harapkan Unpad pun banyak mengajukan proposal,” ujar Koichi.
Terkait dengan aspek Japan-related, Wakil Rektor Bidang PPM, dan Kerjasama, Dr. med. Setiawan mengungkapkan, Unpad memiliki potensi yang besar untuk mengajukan proposal penelitian di bidang tersebut. Pasalnya, selain mempunyai program studi Sastra Jepang dengan Pusat Studi Bahasa Jepangnya, Unpad pun banyak menjalin kerjasama dengan beragam intitusi di Jepang,baik dalam program akademik maupun joint research.
“Ada indikasi kalau joint research untuk Japan-related akan menghasilkan suatu studi komparatif tentang satu objek penelitian. Ini merupakan strategi yang bagus,” ujar Dr. Setiawan.
Tindak lanjutnya, melalui Kantor Urusan Internasional Unpad sosialisasi tentang program ini terus dilakukan kepada para dosen dan peneliti. Kepala Kantor Urusan Internasional Unpad, Anne Nurbaity, PhD., ada peluang untuk bisa melakukan kolaborasi dengan institusi di Jepang, baik secara instansi maupun personal. Peluang ini didasarkan pada banyak kerjasama yang dilakukan Unpad dengan universitas/instansi di Jepang.
“Kami (KUI) akan memfasilitasi program itu dengan cara sosialisasi ke dosen dan peneliti, penyediaan informasi mengenai intsitusi di Jepang beserta riset area, hingga menjembatani komunikasi dengan pihak di sana untuk selebihnya bisa ditindaklanjuti oleh pelamar,” ungkap Anne.
Agar dapat lolos seleksi, proposal penelitian yang diajukan haruslah bersifat original dan urgensi. Selain itu, Anne pun mengimbau kepada setiap pelamar untuk mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan oleh The Sumitomo Foundation, sebab kesalahan administratif pun bisa menyebabkan proposal tidak lolos seleksi.
“Ini juga termasuk surat rekomendasi yang sifatnya wajib. Pihak The Sumitomo Foundation membebaskan surat rekomendasi itu ditetapkan oleh instansi atau personal. Hanya saja, surat rekomendasinya jangan bersifat general, tapi lebih kualitatif/rinci seperti menyebutkan jumlah publikasi ilmiah,” pungkas Anne.
Berminat untuk mengirimkan proposal ke The Sumitomo Foudation? Info lebh lanjut silakan akses laman http://www.sumitomo.or.jp/e/ .*
Laporan oleh Arief Maulana/mar*
