[Unpad.ac.id, 4/09/2013] Sebanyak dua tim mahasiswa dari Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unpad menjadi pembicara pada acara Konferensi dan Pameran Energi Baru – Terbarukan & Konservasi Energi (Indonesia EBTKE-CONEX 2013) yang digelar oleh Ditjen Energi Baru, Energi Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia bekerja sama dengan Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) pada 21-23 Agustus lalu di Jakarta.

Tim pertama yang terdiri dari Jaya Kelvin, Muallimah Annisaa, Desi Teliandi, Kamal Ghalib, Resti A. Intan, dan Finri Damanik membawakan makalah dengan judul “Preliminary Research: Ocean Currents and Wind Energy to Support Lighthouse in Small Island-Indonesia”. Makalah ini menekankan pada penggunaan energi laut untuk mendukung mercu suar yang saat ini masih dipasok dari daratan dan bersumber dari fosil.
Sementara tim kedua yang beranggotakan Niomi Pridina, Rona Sandro, Arnuddin, Armyanda, Rizky Mahriza, dan Lola Nurul membawakan makalah dengan judul “Identification of Potential Energy Powerplant Around The Sea of Sunda Strait” . Makalah tersebut menekankan pada aspek selat Sunda yang dapat diolah menjadi energi dari laut.
Para mahasiswa tersebut tergabung dalam Komunitas Instrumen dan Survei Kelautan (Komitmen) dan menjadi bagian dari Lembaga Keprofesian Mahasiswa Ilmu Kelautan (LK Mahaika) FPIK Unpad. Pada kegiatan konferensi dan pameran ini, kedua tim dibimbing oleh dosen Kelautan Unpad, Noir P. Purba. Konferensi ini merupakan kali kedua keikutsertaan mahasiswa FPIK Unpad di ajang konferensi dan pameran internasional tersebut.
Melalui konferensi ini, kedua tim ingin menjadikan momen tersebut sebagai penggerak bahwa kelautan Indonesia menyimpan potensi besar sebagai energi baru dan terbarukan. Kedua makalah yang dibawakan ini bahkan sedang ditinjau oleh Jurnal Elsevier untuk dapat diterbitkan tahun depan.
Rilis oleh: FPIK Unpad/mar
