[Unpad.ac.id, 25/09/2013] Kawan, jika diam adalah emas. Maka bergerak dan menginspirasi adalah berlian. Hal itu dibuktikan oleh Najih. Bernama lengkap Nanda Najih Habibil Afif, ia akrab disapa Najih. Najih merupakan salah satu mahasiswa Fakultas Teknik Geologi (FTG) Unpad angkatan 2012. Melalui tulisannya, ia berhasil menjadi salah satu mahasiswa yang membawa nama Universitas Padjadjaran ke kancah internasional. Hobi menulis berhasil membawa Najih lolos untuk mengikuti ajang kompetisi esai yang diadakan oleh Erasmus University, Belanda.

Dari lebih dari 700 esai yang masuk, hanya dipilih dua puluh esai terbaik dari beberapa negara, salah satunya adalah esai karyanya yang berjudul “Geohazard Agricultural Insurance : Safety Concept for Better Indonesian Farmer”. Esai tersebut merupakan esai yang berhak dipresentasikan dalam Grandfinal International Essay Competition, di Erasmus University, Netherlands yang diadakan pada 12 – 15 September 2013. Adapun negara-negara lain yang juga tampil sebagai grand finalist dalam kompetisi ini diantaranya adalah Australia, Perancis, Jerman, Inggris, Jepang, Malaysia, dan Belanda.
Acara tersebut merupakan sebuah konferensi yang mengundang pakar saintis dan profesional untuk memaparkan perkembangan ilmu sains dan juga mengundang para mahasiswa di seluruh dunia dalam sebuah kompetisi. Kurang lebih ada 700 partisipan baik dari kalangan Phd, Master, atau Bachelor dalam kompetisi esai tersebut sampai terpilihlah dua puluh esai terbaik yang telah melewati seleksi oral assesment adjudication, paper adjudication, dan prospect value.
Esainya merupakan penggabungan dari tiga ilmu yaitu geologi lingkungan, geologi kebencanaan, dan geologi pertanian. Saat ini resiko kebencanaan geologi (geohazard) di Indonesia sangat tinggi, dapat diklasifikasikan dalam beberapa fase dan karakter kebencanaan, terutama masalah kestabilan tanah, ketersediaan air (hidrogeologi), dan geoklimatologi (geologi iklim). Ketiga unsur tersebut yang ternyata memiliki pengaruh besar terhadap dunia pertanian.
Bila dianalisis lebih lanjut, ternyata Indonesia memiliki risiko kebencanaan geologi yang cukup tinggi terhadap hidrogeologi, geoklimatologi, dan kestabilan tanah. Bahkan hal tersebut jarang disadari petani sebagai bencana yang selama ini cukup mengganggu produksi panen mereka, terutama masalah kualitas dan kuantitas.
Kehadiran bencana geologi di Indonesia sifatnya juga fluktuatif atau tidak menentu setiap tahun. Dengan berbasis karakteristik muka tanah terhadap geohazard, serta beberapa pengetahuan tentang dunia pertanian, maka muncullah permodelan sistem asuransi pertanian berbasis kebencanaan geologi (geohazard agricultural insurance) yang merupakan karya Najih dalam kompetisi tersebut. Karyanya berhasil menjadi juara dan juga mendapatkan Bronze Quartl (Winnaar van de Bronzen Klasse Rang Finalisten) atau medali perunggu.*
Rilis oleh: HMG FTG Unpad/mar*
