[Unpad.ac.id, 23/11/2013] Hampir semua orang pasti pernah mengalami suatu kegagalan, tergantung dari orang tersebut menghadapinya. Apakah mau meratapi kegagalan tersebut, atau menjadikan kegagalan tersebut sebuah pembelajaran untuk selanjutnya bangkit lalu mencoba kembali untuk meraih kesuksesan.

“Kalau ada kegagalan saya tidak pernah kunyah-kunyah. Cepat semburkan keluar. Gagal itu tidak enak jadi saya tidak mau merasakan,” tutur alumni Fakultas Hukum (FH) Unpad yang pernah menjadi Menteri Keuangan RI Kabinet Indonesia Bersatu , Prof. Dr. Jusuf Anwar., SH., MA. saat berbagi kisah hidupnya di hadapan puluhan mahasiswa FH Unpad dalam acara “The Next Generation 2013: Building a Visionary Spirit in the Younger Generation”. Acara digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FH Unpad di Auditorium Perpustakaan Mochtar Kusumaatmadja, Sabtu (23/11).
Prof. Jusuf mengatakan bahwa ia termasuk orang beruntung yang sedikit mengalami kegagalan. Yang terpenting adalah kemauan yang kuat, karena setiap ada kemauan pasti ada jalan. Jika kita gagal, tentu jangan putus asa. “Gagal itu sebetulnya sukses, tapi tertunda. Gagalnya hari ini, suksesnya nanti,” ujar Mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang (2005-2012) ini.
Pembicara lain, Hardi S. Hanafiah, S.H. LL. M yang kini bekerja sebagai Legal Managing di Counsel British Petroleum menyampaikan bahwa yang terpenting untuk meraih kesuksesan adalah dengan menemukan apa yang menjadi passion untuk kita sendiri. Ia menceritakan bahwa pada awal perkuliahannya di FH Unpad, indeks prestasi yang ia pereoleh cenderung kecil. Hal ini berubah drastis ketika ia mengambil konsentrasi hukum internasional, dimana ia selalu memperoleh nilai A untuk setiap mata kuliah pokok. Disitulah ia merasa bahwa hukum internasional memang passion-nya.
“Jadi jika seseorang nilainya jelek, bukan berarti dia bodoh. Mungkin dia belum menemukan passion, kenikmatan atas apa yang ia kerjakan,” tutur Hardi. Ibarat setelah berjalan di suatu jalan yang sempit dan macet lalu, ketika menemukan passion, seperti masuk ke jalan tol yang bebas hambatan. “Lalu kita akan bilang, ‘it’s good!’ Kalau neken gas kenceng, nothing stop you,” tambahnya.
Menurut Hardi, cara menemukan passion adalah dengan memperluas wawasan. Dengan demikian, kita tahu apa yang harus kita pilih. Memperluas wawasan dapat dilakukan misalnya dengan banyak membaca buku dan bergaul dengan banyak orang. “Jangan tunggu luck itu turun dari langit. Jangan tunggu passion itu muncul dengan sendirinya. You have to create!” pesan Hardi.
Sementara itu, Jardin Bahar mengungkapkan bahwa salah satu kunci kesuksesan adalah dengan tidak berhenti belajar. Kita juga harus fleksibel terhadap berbagai kesempatan yang ada. Menurutnya, kesempatan itu selalu ada, tergantung bagaimana cara kita menghadapi kesempatan itu. “Kesempatan itu selalu ada. Selanjutnya, bagaimana cara kita bisa ambil kesempatan itu,” tutur lulusan FH Unpad yang kini berprofesi sebagai pengacara ini. *
Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh*
