[Unpad.ac.id, 3/02/2014] Unpad tidak hanya memiliki lahan yang berada di kawasan Jatinangor dan Kota Bandung saja. Namun, juga berada di Desa Arjasari dan Ciparay. Di Desa Arjasari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, luas lahan yang dimiliki Unpad mencapai 200 hektar.

“Dari 200 hektar lahan, yang dapat kita produktifkan hanya sekitar 165 hektar,” ujar Kepala UPT Lingkungan dan Pengelolaan Kampus Unpad, Yayan Sumekar, S.P., M.P., saat menjelaskan kondisi Sanggar Penelitian Latihan dan Pengembangan Pertanian (SPLPP) Fakultas Pertanian (Faperta) Unpad kepada Wakil Rektor IV Unpad, Prof. Dr. Roni Kastaman, M.SIE., di Desa Arjasari, Kamis (30/01). Turut hadir beberapa staf dari Bagian Hukum dan Tata Laksana serta Bagian Kepegawaian Unpad.
Yayan menjelaskan, kondisi lahan yang ada saat ini mengalami krisis air. Hal tersebut juga dibenarkan oleh Engkus, salah seorang pengurus SPLPP Desa Arjasari. Menurutnya, beberapa lahan kekurangan air sehingga tidak dapat ditanami.
Selain faktor alam, masalah lain yang muncul adalah banyaknya lahan-lahan yang ditanami secara sepihak oleh masyarakat sekitar. Keadaan ini sempat menjadi persoalan serius dan sampai pada ranah pengadilan. “Banyak masyarakat sini yang sudah menggantungkan hidupnya di lahan Unpad. Kalau kita larang, ini juga menyangkut urusan perut mereka,” ungkap Yayan.
Pascareformasi dan memudarnya batas-batas lahan merupakan penyebab mengapa masyarakat banyak mengokupasi lahan SPLPP Unpad di Desa Arjasari. Dari penelusuran yang dilakukan, di beberapa tempat telah dibangun kolam renang umum oleh pihak swasta. Hal inilah yang menggugah Prof. Roni untuk segera merevitalisasi lahan Desa Arjasari.
“Unpad melalui bagian Hukum dan Tata Laksana sedang melakukan sertifikasi dan menetapkan batas-batas lahan Arjasari dengan jelas,” kata Prof. Roni.
Dalam sejarahnya, Lahan SPLPP Unit Arjasari resmi menjadi milik Unpad berdasarkan Surat Gubernur Kepala Daerah Tk. I Jawa Barat c.q. Kepala Direktorat Agraria Provinsi Jawa Barat No. 2093/Dit. PHT/HP/1980 tanggal 9 Juli 1980. Pada waktu tersebut, Mantan Presiden RI (alm.) Soeharto pun pernah melakukan penanaman pohon di lahan SPLPP Unit Arjasari.
Lahan Unit Arjasari ini awalnya diperuntukkan sebagai kawasan Agrokompleks, percontohan Budidaya Pertanian, bumi perkemahan, dan laboratorium berjalan bagi 4 Fakultas di Unpad, yakni Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan, Fakultas Teknologi Industri Pertanian, FMIPA, dan Fakultas Kedokteran.
Terkait dengan banyaknya aktivitas warga sekitar di lahan Arjasari, Prof. Roni menyarankan untuk segera merangkul dan melakukan kerja sama. Sebab, selain untuk menciptakan hubungan yang baik dengan masyarakat, juga dapat menjadikan lahan ini sebagai lokasi Tridharma Perguruan Tinggi bagi para akademisi Unpad.
Prof. Roni bersama rombongan pun melakukan peninjauan ke fasilitas yang ada di SPLPP Unit Arjasari, seperti ruang kuliah, laboratorium, dan lahan perkebunan. Di beberapa kondisi, hampir beberapa bangunan rusak dimakan usia. Bahkan, di beberapa sudut perlu dilakukan revitalisasi secara total.
“Lahan ini yang harus kita perhatikan. Kita harus bisa hidupkan kembali lingkungan akademik di sini. Jangan sampai, rumah kita sendiri tidak terurus,” kata Prof. Roni.*
Laporan oleh: Arief Maulana / eh *
