Tidak Memilih Bukan Pilihan, Pemilih Muda Tentukan Masa Depan Bangsa

[Unpad.ac.id, 22/3/2014] Pesta demokrasi atau Pemilu sudah di depan mata, tingal beberapa minggu lagi. Namun tingkat partisipasi pemilih pada pesta demokrasi lima tahunan ini diprediksi masih rendah. Dari 186 juta rakyat Indonesia yang mempunyai hak untuk memilih wakil rakyat di parlemen nanti, diindikasikan 29% nya tidak memilih alias golput (golongan putih) dalam Pemilu 2014.

Yesmil Anwar saat tampil berpartisipasi pada kegiatan Pemilu Berintegritas 2014 untuk mengingatkan pemilih muda untuk tidak golput dalam Pemilu 2014 (Foto oleh: Tedi Yusup)*
Yesmil Anwar saat tampil berpartisipasi pada kegiatan Pemilu Berintegritas 2014 untuk mengingatkan pentingnya peran pemilih muda di Pemilu 2014 dalam menentukan masa depan bangsa (Foto oleh: Tedi Yusup)*

Partisipasi masyarakat yang rendah tersebut  menjadi kekhawatiran bagi kualitas Pemilu di Indonesia kini. Rendahnya partisipasi masyarakat ini diduga antara lain karena tingkat kepercayaan publik pada anggota parlemen sangat rendah. Belum lagi fakta bahwa 73 orang anggota parlemen hasur berhadapan dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) terkait korupsi, serta 90,5% anggota DPR  RI kembali mencalonkan diri.

“Terus apa yang harus kita lakukan? Tidak memilih bukan pilihan. Cari calon pemimpin yang berintegritas, jadilahpemilih berintergritas. Pilih yang jujur, kalau salah pilih kita semua ikut menangung. Dengan memilih jadikan Indonesia lebih baik”, ungkap Direktur Bidang Pendidikan Pelayanan Masyarakat (Dikyanmas) KPK, Wuryono Prakoso saat memberikan sambutan dalam kegiatan Pemilu Berintegritas 2014 yang dilaksanakan di Bale Rumawat Unpad Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Sabtu (22/03).

Kegiatan seminar Pemilu Berintegritas 2014 dengan tema “Pilih yang Jujur” ini dibuka oleh Direktur Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni Unpad, Dr. Ir. Heryawan Kemal Mustafa, M.Sc., yang merupakan kegiatan kerjasama KPK dan Unpad, dengan harapan masyarakat mampu menggunakan hak pilihnya secara jujur dan memilih calon anggota parlemen maupun calon presiden yang jujur. Hadir sebagai narasumber pada kegiatan ini adalah Yesmil Anwar, dosen Fak. Hukum Unpad yang juga budayawan, Tisna Sanjaya (dosen dan seniman), Iman Soleh (seniman),  Adew Habsta (seniman musik) dan perwakilan organisasi “Orang Indonesia”.

Saat ditemui disela-sela kegiatan Wuryono mengatakan, kegiatan Campus Visit  ini bertujan untuk menyadarkan para pemilih muda dan pemula. Dilihat dari sisi jumlah dan kualitas, posisi pemilih muda dan pemula ini sangat strategis.

[nggallery id=112]

Foto-foto oleh: Tedi Yusup (Humas Unpad)*

“Ada sekitar 58 juta pemilih muda dan sekitar 28 juta pemilih pemula, dari jumlah mereka sangat menentukan kedepan dan bagaimana mereka bisa mengunakan hak pilihnya dengan cerdas. Untuk itu perlu diberikan pembekalan dan kesadaran untuk menjadi pemilih yang cerdas,” jelas Wuryono.

Wuryono juga menjelaskan bahwa dengan tidak salah memilih, hal tersebut ikut mempengaruhi nasib pemilih muda dan pemula 5 tahun kedepan. Untuk mahasiswa misalnya,  5 tahun kedepan mereka lulus kuliah, mencari kerja dan menciptakan usaha. Dengan tidak salah memilih kesempatan lapangan pekerjaan akan terbuka, karena tidak akan ada lagi pemimpin yang korupsi.

Setelah kegiatan Campus Visit di Bale Rumawat Unpad selesai yang di tandai dengan deklarasi “Koalisi Masyarakat Pemilih Jujur”,  rangkaian kegiatan ini dilanjutkan dengan talkshow di Radio Ardan.  Dan pada hari Minggu (23/03), rangkaian kegiatan Pemilu Berintegritas 2014 dilanjutkan dengan kampanye sosial di lokasi Car Free Day Dago Bandung.*

Laporan oleh: Purnomo Sidik / eh *

Share this: