Unpad Peringkat 2 Terbaik Kinerja Penelitian DP2M Dikti

Logo Unpad *

[Unpad.ac.id,27/03/2014] Berdasarkan hasil evaluasi Kinerja Penelitian Perguruan Tinggi oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M) Ditjen Dikti melalui Sistem Informasi Manajemen Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Simlitabmas) periode 2010 – 2012, Unpad menduduki peringkat ke-2  sebagai Perguruan Tinggi Negeri kelompok mandiri dengan kinerja penelitian yang baik.

logounpadHal tersebut dikemukakan oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unpad, Prof. Dr. Wawan Hermawan, M.S., usai mengikuti rapat koordinasi di Direktorat P2M Ditjen Dikti di Jakarta. Pada saat itu, Direktur Direktorat P2M Ditjen Dikti, Prof. Drs. Agus Subekti, M.Sc., Ph.D., mengumumkan hasil evaluasi kinerja penelitian dan didapat bahwa Unpad menduduki peringkat ke-2 setelah Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Dampak dari peringkat tersebut, kita sudah memiliki performa kinerja penelitian yang baik. Dan itu harus ditingkatkan,” ujar Prof. Wawan saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (27/03).

Prof. Wawan mengutarakan, ada mekanisme yang dilakukan Unpad untuk memperoleh hasil tersebut, yaitu memasukkan data kinerja penelitian selama 2010 – 2012 ke laman http://simlitabmas.dikti.go.id/kinerja/. Penilaian kinerja penelitian PT ini dilakukan setiap tiga tahun sekali berdasarkan indikator-indikator capaian yang telah ditetapkan oleh DP2M Ditjem Dikti.

Adapun indikator tersebut meliputi ketersediaan SDM, jumlah peneliti asing, staf pendukung, unit fasilitas penunjang, hibah Ditlitabmas, hibah non-Ditlitabmas, penyelenggaraan forum ilmiah, jumlah publikasi jurnal, jumlah buku ajar/teks,pemakalah forum ilmiah, jumlah Hak Kekayaan Internasional, data luaran lain penelitian, data kontrak kerja, serta data unit bisnis hasil riset.

“Pada laman tersebut ada peringatan bahwa pengisian data kinerja paling lambat bulan Agustus dan kemudian diperpanjang hingga Desember 2013. Dalam waktu itu, kita bekerja keras memverifikasi data-data yang dimasukkan agar menjadi data yang benar-benar valid,” paparnya.

Peringatan tersebut lebih lanjutnya berbunyi, “Perguruan Tinggi tidak menyampaikan data kinerja penelitiannya, maka tidak akan disertakan dalam pengelompokan Perguruan Tinggi dan dapat berakibat pada pengurangan pendanaan penelitian di tahun berikutnya.”

Unpad sendiri masuk PTN kelompok mandiri pada 2011. Selama itu, Unpad menduduki peringkat ke-4 dan 5 berdasarkan data-data awal yang dimasukkan. Setelah dilakukan verifikasi data, Unpad ternyata meraih peringkat ke-2 setiap tahunnya.

Dari segi jumlah penelitian, setiap tahunnya Unpad rata-rata menghasilkan sekitar 100 penelitian yang dipubilkasikan dalam jurnal yang terindeks Scopus. Hal ini didukung oleh kebijakan universitas di dalam memberikan insentif bagi peneliti Unpad yang berhasil memublikasikan penelitiannya di jurnal yang terindeks Scopus.

Prof. Wawan mengungkapkan, dengan meraih peringkat ke-2 maka Unpad telah menjadi bagian dari komitmen Dikti yang terus memantau track record dari setiap perguruan tinggi, khususnya dari aspek kinerja penelitiannya.

“Kita juga akan tetap meningkatkan koordinasi selain melalui Warek 3, membentuk koordinator penelitian dan pengabdian masyarakat di tiap fakultas, serta berkoordinasi juga dengan kaprodi, kepala departemen, dan kepala lab. Tujuannya adalah mari kita sama-sama kejar yang lebih hebat lagi,” jelas Prof. Wawan.

Prof. Wawan pun berharap, prestasi ini tidak hanya berjalan di tempat. Ke depan, Unpad harus mampu mencapai peringkat pertama. “Ini juga terkait dengan amanah Unpad untuk menjadi Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTBH), maka kita akan semakin meningkatkan raihan-raihan, terutama untuk proses industrialisasi produk-produk penelitian kita,” pungkasnya.*

Laporan oleh: Arief Maulana / eh *

Share this: