Mahasiswa Unpad Terpilih sebagai Duta Bahasa Jawa Barat 2014

Yanti Silviana (kiri), Duta Bahasa Jawa Barat 2014 yang akan mewakili Jawa Barat pada pemilihan duta bahasa tingkat nasional, dan Ananda Suci Munggaran yang meraih juara III Pemilihan Duta Bahasa Jawa Barat 2014 (Foto oleh: Artanti)*

[Unpad.ac.id, 16/09/2014] Mahasiswa Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unpad berhasil menjadi juara pada ajang Pemilihan Duta Bahasa Jawa Barat 2014. Terpilih meraih juara pertama adalah Yanti Silviana, yang akan mewakili Jawa Barat pada pemilihan duta bahasa tingkat nasional pada Oktober mendatang. Sementara itu, Ananda Suci Munggaran berhasil menjadi juara III.

Yanti Silviana (kiri), Duta Bahasa Jawa Barat 2014 yang akan mewakili Jawa Barat pada pemilihan duta bahasa tingkat nasional, dan Ananda Suci Munggaran yang meraih juara III Pemilihan Duta Bahasa Jawa Barat 2014 (Foto oleh: Artanti)*
Yanti Silviana (kiri), Duta Bahasa Jawa Barat 2014 yang akan mewakili Jawa Barat pada pemilihan duta bahasa tingkat nasional, dan Ananda Suci Munggaran yang meraih juara III Pemilihan Duta Bahasa Jawa Barat 2014 (Foto oleh: Artanti)*

Ditemui di ruang UPT Humas Unpad, Yanti mengaku sudah melakukan persiapan untuk mengikuti pemilihan duta bahasa tingkat nasional di Jakarta tersebut. Persiapannya yakni dengan banyak membaca buku dan jurnal, mendalami Undang-undang, berlatih menulis dan presentasi, serta persiapan penampilan kebudayaan.

“Disini sih lebih karena senang, jadi tidak merasa ini sebagai beban. Kita berjuang membawa nama Jawa Barat jadi Insya Allah bisa menunjukkan yang terbaik,” ungkap Yanti.

Selain itu, sebagai mahasiswa Unpad, Yanti merasa telah berada di tempat yang tepat karena berada di institusi pendidikan yang sangat mendukung pelestarian kebudayaan Jawa Barat. “Jadi saya merasa berada di institusi yang tepat untuk mendukung saya nanti mewakili Jawa Barat,” tuturnya.

Mengikuti ajang ini, Yanti memang mengaku sangat tertarik dengan dunia bahasa dan sastra. Bukan hanya Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, ia juga menyukai Bahasa Sunda dan Bahasa Inggris. Sejak kecil, ia sudah dibiasakan untuk menggunakan Bahasa Sunda di rumahnya. Ia juga sudah mengikuti les Bahasa Inggris sejak duduk di bangku sekolah dasar.

Menurutnya, bahasa memiliki fungsi bukan hanya sebagai sarana komunikasi, melainkan juga sebagai identitas yang mendorong rasa kesatuan serta memiliki satu sama lain. Ketika eksistensi bahasa terancam, maka terancam pulalah kebudayaan dengan ilmu, pengetahuan, serta kearifan yang terkandung di dalamnya. “Disini para pemuda sebagai generasi penerus bangsa memiliki peranan yang sangat penting dalam memelihara dan memertahankan bahasa dari kepunahan,” tuturnya.

yanti
Yanti Silviana dan piala Duta Bahasa Jabar 2014

Senada dengan Yanti, Ananda menganggap bahwa Pemilihan Duta Bahasa Jawa Barat ini merupakan ajang tepat baginya untuk terlibat melestarikan bahasa, terutama bahasa daerah, di kalangan para pemuda. Yanti dan Nanda juga sepakat bahwa penggunaan bahasa daerah, bahasa nasional, dan bahasa asing harus dilakukan secara proporsional dan sesuai pada tempatnya.

“Dengan adanya tantangan globalisasi, kita harus bisa menggunakan bahasa asing. Tapi jangan lupa, bahwa kita tinggal di Indonesia, dan kita juga merupakan bagian dari masyarakat daerah. Itu merupakan identitas kita,” ujar Yanti.

Pemilihan Duta Bahasa Jawa Barat 2014 diikuti oleh 198 peserta se-Jabar. Tigapuluh besar finalis lalu dipilih untuk mengikuti tahap pembekalan kebahasaan pada 27 – 28 Agustus 2014 lalu di Hotel Horison, Bandung. Materi yang diberikan adalah Diksi, Kebijakan Bahasa, Tata Kalimat, EYD, Public Speaking, Profesi Penerjemah, dan Perilaku Organisasi. Pelaksanaan final duta bahasa kemudian dilaksanakan pada 28 Agustus 2014 di Hotel Horison, Bandung.

Setelah terpilih menjadi Duta Bahasa Jawa Barat, kedepannya masih ada banyak agenda yang akan mereka ikuti atas dasar kecintaan terhadap bahasa. Yang paling penting, penggunaan bahasa yang baik juga harus digunakan dan diperkenalkan ke lingkungan sekitar.

“Karena saya memliki keprihatinan terhadap Bahasa Sunda yang muilai berkurang penggunaanya karena ada pluralitas di kampus, saya sih selalu berusaha memperkenalkan Bahasa Sunda itu ke teman-teman saya yang bukan orang Sunda. Jadi harapannya minimal mereka mengenal Bahasa Sunda itu seperti apa,” tutur Nanda yang juga terpilih menjadi juara II pada ajang Mojang Jajaka Kota Cimahi 2014 ini.*

Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh

 

Share this: