Sebanyak 16 Dosen dari Berbagai PT di Indonesia Magang di Unpad

Para dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang melakukan magang di Unpad berfoto bersama pimpinan Unpad (Foto oleh: Tedi Yusup)*

[Unpad.ac.id, 16/10/2014] Unpad kembali dipercaya Dikti menjadi salah satu Perguruan Tinggi Pembina bagi sejumlah dosen magang. Tahun ini, Unpad menerima sebanyak 16 dosen magang dari 14 perguruan tinggi di Indonesia. Para dosen magang ini diterima langsung oleh Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia beserta jajarannya di Ruang Rektor, Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, Rabu (15/10).

Para dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang melakukan magang di Unpad berfoto bersama pimpinan Unpad (Foto oleh: Tedi Yusup)*
Para dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang melakukan magang di Unpad berfoto bersama pimpinan Unpad (Foto oleh: Tedi Yusup)*

Dua bulan berada di Unpad, para dosen magang akan mengikuti berbagai kegiatan di tingkat universitas dan fakultas. Selama pembinaan, mereka akan diperkenalkan dengan berbagai kegiatan pengajaran, penelitian, dan pengabdian yang dilakukan Unpad.

“Tentunya dari dua bulan ini kami dari peserta dosen magang mengharapkan banyak hal yang bisa kami pelajari, bagaimana aplikasi implementasi Tridharma Perguruan Tinggi yang ada beserta sistem di Universitas Padjadjaran,” tutur salah satu peserta dosen magang, Yudhi Dien, M.Si, saat ditemui seusai acara Pembekalan dan Penerimaan Dosen Magang.

Yudhi mengatakan, ia dan peserta dosen magang lain sangat senang ketika tahu ditempatkan di Unpad dalam kegiatan ini. Menurutnya, Unpad adalah salah satu perguruan tinggi terbesar dan berkualitas yang ada di Indonesia. Hal tersebut diantaranya terlihat dari kualitas alumni dan tata kelola di Unpad. “Merupakan suatu kegembiraan bagi kami ditempatkan di perguruan tinggi pembina ini,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Dr. H. Engkus Kuswarno, MS mengungkapkan bahwa para peserta juga akan diperkenalkan dengan berbagai unit kerja dan kegiatannya di tingkat universitas. Hal tersebut dilakukan agar para peserta memahami tentang manajemen perguruan tinggi yang ada di Unpad.

“Tetapi bukan berarti kami yang lebih tahu banyak tentang sesuatu. Dari pihak mereka beri ke kami itu lebih bagus,” tuturnya.

Prof. Engkus mengharapkan, kesempatan ini juga dapat dimanfaatkan untuk melakukan benchmarking, antara Unpad dengan sejumlah perguruan tinggi tempat para dosen magang itu berasal.

Kepada para dosen magang, Prof. Engkus pun berpesan agar tidak ragu-ragu memberikan masukan atau saran kepada Unpad. “Bukan hanya melulu disini belajar dan selalu disini sempurna. Tidak. Justru ada hal-hal lain yang memungkinkan bisa teman-teman berikan masukan ya silakan. Dengan senang hati,” tutur Prof. Engkus.*

Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh *

Share this: