[Unpad.ac.id, 17/11/2014] Setelah sebulan melakukan kegiatan magang di Unpad, sebanyak 15 dosen magang dari 14 Perguruan Tinggi di Indonesia dimonitoring oleh Tim Asesor dari Dikti. Monitoring tersebut dilakukan pada Senin (17/11) di Ruang Rapat Wakil Rektor Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor.

Tim asesor tersebut terdiri dari Prof. Dr. Widji Soeratri, Apt., dari Universitas Airlangga, drs. Martadi, M.Sn., dari Universitas Negeri Surabaya, serta 2 orang staf lainnya didampingi oleh Kabag Pembelajaran dan Registrasi Unpad, dra. Heni Suryaningsih, dosen, dan kepala bagian fakultas. Acara dimulai melalui presentasi prosen dosen magang oleh salah satu perwakilan.
Di hadapan para dosen magang, asesor menanyakan apa yang sudah mereka dapatkan selama magang di Unpad.“Di Unpad, pengelolaan akademik dan administrasi telah terintegrasi secara online,” tutur salah seorang peserta.
Satu persatu mereka pun mengungkapkan hal-hal apa saja yang telah mereka dapatkan, baik pada tingkat universitas maupun fakultas. Seluruh dosen magang telah mengikuti berbagai kegiatan pembinana di bidang pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengabdian, keuangan, hingga pengelolaan organisasi di Unpad.
Mendengar pemaparan tersebut, Prof. Widji pun menekankan agar para dosen magang lebih meningkatkan lagi kepekaannya selama mengikuti kegiatan di Unpad. Hal ini bertujuan agar mereka dapat menginformasikan keunggulan apa yang ada di Unpad yang dapat diaplikasikan di perguruan tinggi mereka.
“Catatlah setiap hal dengan baik, inventariskan, dan cari hal apa yang bisa dilaporkan dan dipresentasikan di hadapan pimpinan universitas Anda,” ujarnya.
Lebih lanjut Prof. Widji menjelaskan, dipilihnya Unpad sebagai Perguruan Tinggi Pembina bagi sejumlah dosen magang bukan tanpa alasan. “Anda harus jeli mengapa Unpad bisa sebesar ini. Apa indikator yang membuat Unpad menjadi bagus, itu yang harus Anda cari,” tegasnya.
Terkait kepekaan, Prof. Widji menerangkan, setiap dosen harus memiliki 7 unsur. Unsur tersebut ialah communication skill, organization skill, berpikir logis, bermental baja, memiliki usaha yang tinggi, group skill, dan beretika.
“Kuncinya Anda harus aktif, kalau tidak aktif dan ‘pengikut aliran kebatinan’ alias lebih banyak diam, kalian tidak akan mendapat apa-apa. Semakin teman-teman aktif dan proaktif, semakin banyak yang bisa dibawa pulang,” kata Prof. Widji.
Sementara itu, Martadi pun bertanya apakah ada keinginan melanjutkan studi di Unpad, para dosen magang pun serentak mengiyakan. “Silakan bangun jaringan dengan baik, magang itu manfaatnya banyak. Kesempatan magang ini kan hanya sekali,” ujar Martadi.*
Laporan oleh: Arief Maulana / eh
