Mahasiswa Kreasikan Berbagai Produk Pangan Berbasis Limbah Pangan

produk halal
Beberapa Dosen FTIP Unpad saat meninjau stan pameran produk olahan dari limbah pangan dalam acara "Wasteploration" di Gerbang Lama Unpad Kampus Jatinangor, Kamis (4/12/2014). (Foto: Arief Maulana) *

[Unpad.ac.id, 4/12/2014] Selama ini limbah pangan hanya diolah untuk pakan ternak saja, padahal di dalamnya masih terkandung komponen gizi tertentu. Untuk itu, sekelompok mahasiswa semester 7 Program Studi Teknologi Industri Pangan Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Unpad menciptakan aneka produk pangan dari limbah pangan.

Beberapa Dosen FTIP Unpad saat meninjau stan pameran produk olahan dari limbah pangan dalam acara "Wasteploration" di Gerbang Lama Unpad Kampus Jatinangor, Kamis (4/12). (Foto oleh: Arief Maulana) *
Beberapa Dosen FTIP Unpad saat meninjau stan pameran produk olahan dari limbah pangan dalam acara “Wasteploration” di Gerbang Lama Unpad Kampus Jatinangor, Kamis (4/12). (Foto oleh: Arief Maulana) *

Berbagai produk tersebut dihadirkan dalam “Wasteploration”, peluncuran produk pangan berbasis pemanfataan limbah pangan di Gerbang Lama Unpad Kampus Jatinangor, Kamis (4/12). Acara ini merupakan tugas utama Mata Kuliah Praktikum Pengembangan Produk Baru dengan tema bahan dasar yang selalu berbeda setiap tahunnya.

Sebanyak 20 stan menampilkan beragam produk olahan dari limbah pangan. Mulai dari ampas tahu, kulit pisang, kulit singkong, kulit manggis, ampas kecap, kulit buah naga, bekatul, hingga tulang ayam dan tulang ikan. Limbah pangan ini ternyata dapat diolah menjadi aneka hidangan yang menggugah selera.

“Kami berpikir bahwa limbah ini selain dapat memanfaatkannya juga untuk menciptakan diversifikasi pangan,” ujar Herlina Marta. S.TP., M.Si., Koordinator Mata Kuliah Praktikum Pengembangan Produk Baru.

Meskipun sempat dirasa susah oleh para mahasiswa, Herlina bersama dosen anggota, In In Hanidah, S.TP., M.Si., tetap mengarahkan pola pikir mahasiswa. Selama satu semester, mahasiswa melakukan survei ke berbagai pasar untuk mengetahui permasalahan terkait limbah pangan. Mahasiswa pun mengobservasi masyarakat tentang produk makanan apa yang paling banyak disukai.

Setelah itu, mahasiswa terbagi menjadi 20 kelompok dan mulai membuat konsep produk. Konsep tersebut diuji coba di laboratorium lalu dicoba ke kerabat serta masyarakat. Dari kreasi tersebut, lahir beberapa produk makanan yang unik, seperti siomay dengan isi dari kulit buah naga hingga sushi yang dibuat dari tulang ayam.

Acara ini pun merupakan launching dari produk yang sudah diuji coba dan dimodifikasi. Herlina mengungkapkan, acara ini juga bertujuan untuk mengenal lebih luas kepada masyarakat mengenai produk dari limbah pangan tersebut.

“Cukup puas melihat hasilnya. Aplikasi teori yang diajarkan ternyata dapat dilakukan dengan baik oleh mahasiswa,” ujar Herlina.

Melalui acara ini, mahasiswa juga diarahkan untuk menjadi wirausahawan. “Selain dirangsang untuk membuat produk sendiri, mereka juga dituntut menjadi wirausaha. Karena di stan ini juga dihitung laba ruginya sesuai dengan mata kuliah yang sudah didapatkan sebelumnya, yaitu Ekonomi Teknik dan Kewirausahaan,” pungkasnya.*

Laporan oleh: Arief Maulana / eh

Share this: