[Unpad.ac.id, 31/12/2014] Sebanyak 27 mahasiswa Unpad dinyatakan lolos seleksi dan mendapat pendanaan pada Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) Dikti. Hari ini, Rabu (31/12) digelar Monitoring dan Evaluasi (Monev)  serta Gelar Produk 27 hasil usaha mahasiswa tersebut di Selasar Lantai 1 Gedung Rektorat Unpad kampus Jatinangor.

PMW 2014
Beberapa stan peserta PMW Unpad 2014 sedang memamerkan produknya di Gedung Rektorat Unpad, Rabu (31/12) ini. (Foto: Tedi Yusup)*

“Starting pointnya hari ini. Tapi kedepannya harus menjadi agenda yang rutin,” tutur Kepala Biro Pembelajaran dan Kemahasiswaan Unpad, Dr. H. Isis Ikhwansyah, SH., MH., CN saat membuka acara tersebut di Bale Rucita Unpad, Jatinangor.

Dr. Isis menegaskan bahwa pemberian dana ini bukan hanya sekedar membagi uang, tetapi Unpad akan terus melakukan pendampingan kepada para mahasiswa tersebut agar usaha mereka dapat terus berjalan dengan baik. Ketika lulus, mereka pun akan menjadi pencipta lapangan pekerjaan, bukan para pencari kerja. “Akan lebih terhormat apabila lulus perguruan tinggi bukan mencari kerja, tetapi menciptakan lapangan kerja,” ujar Dr. Isis.

Ditemui di sela kegiatan, salah seorang anggota tim pendamping, Hery Wibowo, S. Psi., MM, mengatakan bahwa selama 6 bulan kedepan, monitoring dan evaluasi akan tetap dilaksanakan untuk para mahasiswa tersebut. Monev akan dilaksanakan setiap satu bulan sekali. Dalam kegiatan tersebut akan dibahas bagaimana perkembangan mereka selama ini dan apa rencana mereka kedepannya. Setelah 6 bulan, pendampingan akan terus dilakukan setidaknya dalam pertemuan 3 bulan sekali hingga mereka lulus.

“Dikti memberikan keleluasaan bagi universitas untuk menyelenggarakan PMW nya sendiri. Jadi ini adalah Monev ala Unpad yang kita kembangkan,” ungkapnya.

Selain sebagai salah satu kegiatan monitoring dan evaluasi dari tim Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni (LPKA) Unpad, acara gelar produk yang digelar hari ini juga bertujuan untuk membuka jejaring diantara peserta dan menyosialisasikan produk mereka kepada civitas akademika Unpad.

Sebelumnya, Unpad juga selalu melakukan pendampingan baik melalui pertemuan formal maupun informal termasuk melalui media sosial. “Yang pasti kita selalu membuka waktu luang untuk konsultasi bisnis, kapanpun dan dimanapun,” ungkap Hery.

27 Produk PMW tersebut adalah:

  1. Chicken Dream Stick (Lingga Prima Wijaya dari FISIP)
  2. Soesi Mo: Soes Ikan Modifikasi (Nur Hikmah dari FISIP)
  3. Free Shoes: Sepatu Asli Berbahan Dasar Kulit (Muhammad Fauzi dari Fapet)
  4. Munding: Minuman dengan Puding (Surya Martha Pratiwi dari FTIP)
  5. Ronaku: Rok Celana Kulot (Linda Anggraeni dari FMIPA)
  6. Hijab Khadidjah: Produksi dan Penjualan Kerudung Gamis yang Syar’i dan Unik (Dilla Wulan Ningrum dari Fakultas Farmasi)
  7. Balatak: Balong Lele AlasTerpal Anak Kost-an (Arie Permana P dari FPIK)
  8. Risoles Ikan Memakai Stick, Tongkat Risoles Ikan dengan Saus Racikan Inyum Stick (Andika Satria Persada dari FPIK)
  9. Bagvas: Tas Kanvas Jeans Berbahan Dasar Limbah Jeans (Ratih Sari Pertiwi dari FMIPA)
  10. Lim-Pot Craft & Plants: Pot Berbahan Baku Kertas untuk Souvenir (Ine Elisa Putri)
  11. Fruberry: Produk Olahan Strawberry Berbentuk Fruit Leather (Hardina Septiani dari FTIP)
  12. Catering Harian Mahasiswa (Meisya Asri Juanita dari FH)
  13. Baso Cireng Puyuh dan Telur Puyuh (Nufus Mutmainah dari Fapet)
  14. Cheezy: Stick Keju Aneka Rasa (Asma Zakiyah dari FISIP)
  15. Jatinangor Culture Merch: Souvenir Khas Jatinangor (Wandi Adiansyah dari FISIP)
  16. Lupus: Telur Puyuh Aneka Rasa (Ratna Hadiyanti dari Fapet)
  17. Eskrim Woles: Es krim Susu Murni dengan Varian Rasa (Heri Abrianto dari FPIK)
  18. Cupcake: Bahan Dasar Teh Hijau (Nurfajrini dari FIB)
  19. Pesiar: Pestisida Alami ala Unpad Berkebun (Niar Suwiarti Sugana dari FTIP)
  20. Peplo Indonesia (Mayangsari Alifah Putri dari FIK)
  21. Halal dan Natural: Make Up Artist & Hijab Stylish (Riezka Wanda Noviana dari FIK)
  22. Catering (Stanijuanita Marantika dari FISIP)
  23. El-Diamant (Nurnila Novi A dari FIK)
  24. Sugoi: Sushi Goreng Indonesia (Julia Puspawati dari Fakultas Psikologi)
  25. CLOPS: Clothing Line of Padjadjaran Students (Juliana Nuryadin dari Fikom)
  26. Narzizz (Wulan Sari dari FISIP)
  27. Jaran: Wesi Head Wear (Vanya Safitri dari Fikom).*

 

Laporan oleh: Artanti Hendriyana/mar

Share this: