[Unpad.ac.id, 24/02/2015] Empat mahasiswa Unpad akan mengikuti Indonesian Vietnamese Youth Friendship Program (IVYFP) 2015 di Ho Chi Minh City Vietnam pada 2-7 Maret 2015 mendatang. Acara ini digelar oleh ASEAN Youth Friendship Network (AYFN) sebagai dari bagian pertukaran informasi budaya dan bahasa antara Indonesia dan Vietnam.

Empat mahasiswa tersebut adalah Nurul Ikhwan (Fakultas Peternakan angkatan 2011), Ahmad Roziqy Ahsany (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2012), Elsa Apwirnarni (Fakultas Ilmu Budaya 2011), dan Welly Vebriani (Fakultas Ilmu Komunikasi 2011). Mereka berhasil terpilih mengikuti kegiatan tersebut setelah sebelumnya dinyatakan lolos seleksi yang dilakukan secara online.
“Isi formulir, dan kita juga kasih gagasan kita nanti kerja sama Indonesia dengan Vietnam seperti apa,” ungkap Ikhwan saat ditemui di Ruang UPT Humas Unpad, Gedung Rektorat Unpad kampus Jatinangor, Selasa (24/02).
Kegiatan ini sendiri diikuti oleh sejumlah mahasiswa Indonesia dan Vietnam. Dari Indonesia, peserta yang akan ikut kegiatan tersebut adalah 26 orang. “Selain pertukaran budaya dan bahasa, kegiatan ini menjadi ajang mempromosikan keunggulan kedua negara, perdamaian, solidaritas, dan toleransi,” ujar Ikhwan.
Agenda kegiatan yang akan dilaksanakan di Vietnam yaitu mempelajari budaya dan bahasa, workshop dalam mempersiapkan masyarakat ekonomi ASEAN, kegiatan sosial ke sejumlah sekolah dan tempat bersejarah di Vietnam, dan kunjungan ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Ho Chi Minh City Vietnam.
“Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan informasi kepada mahasiswa mengenai aktivitas persiapan kegiatan Masyarakat Ekonomi ASEAN,” ujar Ikhwan.
Keempat mahasiswa Unpad tersebut akan melakukan pengenalan budaya dari masing-masing daerah asal mereka. Ikhwan misalnya, yang akan memperkenalkan budaya Sunda melalui penampilan pencak silat dan juga baju pangsi yang akan dikenakannya. Selain itu, mahasiswa Unpad lain akan memperkenalkan budaya Jawa Timur, Padang, dan Bangka Belitung.
Bagi Ikhwan, ia melihat banyak manfaat yang akan didapat dengan mengikuti kegiatan ini. Diantaranya adalah transfer ilmu, memperluas jaringan komunikasi, dan persiapan diri menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN.
“Saya juga ingin coba mengetahui tentang Vietnam, karena peternakan rakyat di sana bagus manajemennya,” ujar mahasiswa yang telah lama tertarik mempelajari tentang peternakan di Vietnam ini.
Dengan mengikuti kegiatan tersebut, diharapkan mereka dapat berbagi ilmu yang didapat selama di sana kepada teman-teman lainnya. Selain itu, diharapkan kegiatan tersebut juga dijadikan sebagai ajang promosi budaya dan bahasa Indonesia yang sangat kaya. Ikhwan juga merasa bahwa mereka dapat belajar dari Vietnam dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. “Yang hebat dari mereka, sumber daya manusianya pekerja keras,” ujar Ikhwan.*
Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh
