[Unpad.ac.id, 3/02/2015] Senyumnya mengembang tatkala namanya disebut sebagai salah satu Wisudawan Terbaik Unpad Gelombang II Tahun Akademik 2014/2015 bulan Februari. Itulah kebahagiaan yang dirasakan Marshela Andriani, alumni Program Diploma III Teknik Informatika FMIPA Unpad, yang terpilih sebagai Wisudawan Terbaik Unpad Program Diploma pada pelaksanaan wisuda kali ini.

“Saya tidak menyangka. Tadinya saya hanya berkuliah untuk membuat orang tua bangga saja,” ungkap Marshela saat diwawancarai di Ruang UPT Humas Unpad, Gedung II Unpad Jalan Dipatiukur No. 35, Bandung, Selasa (03/02) usai pelaksanaan Wisuda Unpad Gelombang II sesi pertama.
Gadis asal Kepahiang, Bengkulu ini menjadi wisudawan terbaik setelah menyelesaikan studi Diploma selama 2 tahun 6 bulan. Mengambil topik Tugas Akhir tentang Sistem Informasi Penjualan, Marshela dinyatakan lulus pada 19 Januari lalu dengan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,8.
Marshela mengaku, prestasi ini taklepas dari doa kedua orang tuanya. Ia mengaku tidak memiliki target apa-apa selama berkuliah. Bahkan, di kelasnya, ia merasa banyak teman-teman yang jauh lebih pintar.
”Teman-teman saya banyak yang lebih pintar. Tapi mungkin ini rezeki saya,” ujarnya.
Bagi Marshela, kunci keberhasilan yang diraihnya cukup sederhana. Ia hanya memperhatikan dengan sungguh-sungguh setiap materi yang diberikan dosen. Dengan demikian, ia mengaku takperlu banyak belajar lagi ketika akan menghadapi ujian kelas.
Marshela juga aktif di kegiatan kemahasiswaan. Salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang digelutinya adalah Sadaluhung Padjadjaran de Corps (SPdC), unit Marching Band Unpad. Keikutsertaannya di SPdC tidak lantas membuat pelajarannya terabaikan.
“Saya sering ikut latihan SPdC sampai malam padahal besoknya mau UAS. Kalau begitu, saya biasanya belajar selepas shalat Subuh atau siang hari. Belajar ketika Subuh biasanya lebih mudah masuk,” ujar gadis kelahiran Kepahiang, 5 Januari 1995 tersebut.
Dengan kuliah, membuat putri pasangan Syaiful Anwar dan Mamay Maryati ini mendapatkan pengalaman baru. Mengambil studi jauh dari tempat tinggalnya, Marshela mengaku menjadi lebih mengenal hidup dan jauh lebih mandiri.
“Pernah kehabisan uang sementara orang tua belum kirim, tapi untungnya punya banyak teman. Mereka sering bilang ‘selama masih ada kita ya buat apa?’,” kata Marshela.
Untuk itu, ia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan berkuliahnya. Untuk itu, selepas lulus berkuliah, ia ingin segera kembali ke Bengkulu. Target selanjutnya adalah bekerja lalu memiliki kesempatan untuk melanjutkan kuliah.
“Yang jelas, saya ingin cepat bekerja untuk membahagiakan kedua orang tua saya,” ujarnya.
Bagi Marshela, orang tua merupakan seorang pahlawan. Prestasi yang diperoleh di Unpad merupakan secuil pemberian Marshela untuk membuat orang tuanya bangga. “Saya selalu berterima kasih, terutama kepada Mama. Mama selalu mengikuti perkembangan saya sewaktu kuliah,” kata Marshela.*
Laporan oleh: Arief Maulana / eh
