[Unpad.ac.id, 24/04/2015] Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (2010-2014), Dino Patti Djalal memberikan kuliah umum di Gedung Kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu (FISIP) Unpad, Jumat (17/04) lalu. Pada kesempatan tersebut, ia memaparkan mengenai arti penting ekonomi bagi suatu negara.

“Ekonomi menjadi aspek penting yang menjadikan posisi suatu negara diperhitungkan,” tutur Dino saat memberikan kuliah umum dalam kegiatan Dubes Ngampus Sehari. Selain itu, Dino juga memaparkan mengenai emerging powers seperti Brazil, India, dan Cina (Tiongkok) , serta bagaimana keberadaan dan dinamika emerging powers ini berdampak pada Indonesia.
Pada kuliah umum ini juga disampaikan mengenai sejarah KAA yang luntur semangatnya ketika para pemimpinnya digulingkan dari kekuasaan. Dino menambahkan, komemorasi KAA 2015 cukup berbeda sebab pesertanya ada yang telah menjadi emerging powers yang cukup kuat saat ini. Oleh karena itu,diharapkan semangat KAA yang diselenggarakan pada tahun 1955 itu tidak luntur dan terus diperjuangkan.
Kegiatan Dubes Ngampus Sehari yang diwujudkan dalam bentuk kuliah umum ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang diinisiasi oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), sebuah lembaga yang dimotori Dino Patti Djalal, Dewi Fortuna Anwar, dan beberapa tokoh terkemuka lainnya, yang bertujuan untuk menjadi titik temu antara diplomat Indonesia, korps diplomatik, komunitas akademis, komunitas bisnis, media, diaspora dan segala segmen masyarakat yang bersinggungan dengan dunia internasional.
Terselenggaranya kegiatan Dubes Ngampus Sehari di Universitas Padjadjaran ini didasari atas keselarasan visi dan misi pembentukan dan promosi nilai internasionalisme Indonesia yang positif dari FPCI, dengan Unpad yang visi misinya untuk menjadi universitas unggul dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi berkelas dunia yang berdaya saing internasional.
Pada kesempatan ini pula, dengan memberikan contoh kemajuan pesat di Cina, India, Brazil, Singapura, dan beberapa negara lainnya, Dino Patti Djalal juga memaparkan pentingnya membangun nilai internasionalisme positif yang mengimbangi nasionalisme yang sehat untuk menjadikan Indonesia sebagai raksasa Asia yang unggul abad 21.*
Rilis oleh: FISIP Unpad / art
