[Unpad.ac.id, 6/05/2015] Meski tidak pernah secara khusus menargetkan untuk menjadi wisudawan terbaik, tetapi segala usaha Windy Angela berbuah manis. Windy berhasil meraih predikat sebagai Wisudawan Terbaik Program Sarjana pada Wisuda Lulusan Gelombang III Universitas Padjadjaran Tahun Akademik 2014/2015. Windy menjalani siwuda pada prosesi wisuda Sesi II, Selasa (5/05).

Meski demikian, Windy bukanlah orang yang hidup tanpa target. Ia selalu memiliki target khusus, untuk kemudian disusun strategi untuk mencapai targetnya itu. Dengan demikian, Windy selalu berusaha optimal dalam segala hal terutama dalam menyelesaikan studinya. Windy adalah lulusan Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unpad, dengan masa studi 3 tahun 6 bulan. Ia lulus pada 2 Februari 2015 lalu dengan meraih IPK 3,97.
Ditemui di ruang UPT Humas Unpad sebelum prosesi wisuda, Windy berbagi tips belajarnya. Ia mengungkapkan bahwa yang terpenting adalah memahami konsep materi yang sedang dipelajarinya. Ketika memahami konsep, ia lalu bisa berlatih melalui contoh soal. “Kalau menurut saya, kalau kita mengerti konsepnya, soalnya mau diputar-putar bagaimanapun kita jadi bisa jawab,” ungkap gadis kelahiran Kisaran, 30 April 1994 ini.
Windy pun bukan tipe mahasiswa yang hanya belajar ketika mau ujian saja. Ia selalu berusaha fokus ketika di kelas, dan “menyicil” belajar dari jauh-jauh hari ujian. “Saya orangnya kalau misalnya di kelas belajar sesuatu terus saya masih ada yang ‘ngeganjel’, saya pasti dituntasin di kosan. Hari itu juga. Kalau enggak, enggak bisa tidur. Enggak enak juga,” ujarnya.
Ketika menjadi mahasiswa, Windy juga aktif sebagai asisten dosen, khususnya untuk mata kuliah Akuntansi Keuangan. Bukan hanya mengajar, perannya sebagai asisten dosen pun ia manfaatkan untuk sama-sama belajar dengan para praktikannya. Windy juga tertarik menjadi asisten dosen karena ia ingin menjadi orang yang berguna dengan berbagi ilmu.
Selain itu, Windy juga selalu ingin untuk menjadi manusia yang produktif. Untuk itu, beberapa kegiatan dan kompetisi pun pernah ia ikuti, baik di tingkat nasional maupun internasional, terutama kompetisi debat dan public speaking. Sejumlah prestasi pun pernah ia raih. Salah satunya, ia pernah meraih penghargaan Diplomacy Award pada ajang World Model Uniterd Nations (WMUN) tahun 2014.
“Saya merasa perlu challenge diri sendiri sih. Kayak kalau misalnya disitu-situ aja, ya saya tahunya kemampuan saya dibandingkan orang-orang yang sama saja. Saya ingin ke skala yang lebih besar, dimana sih saya sudah sejauh mana,” tutur putri pertama dari tiga bersaudara pasangan Tjung Liong dan Lini Jingga ini.
Ketika ditanya apakah kesibukannya mengganggu aktivitas belajarnya, ia mengaku kesibukanya malah membantu ia dalam mengelola waktu dan cara belajarnya. “Menurut saya orang semakin sibuk semakin produktif. Jadi saya semakin suka menyibukan diri, ikut banyak kegiatan, banyak lomba. Jadi banyak target, dan semuanya lebih organize,” ujar Windy.
Setelah lulus, Windy pun tidak lama menunggu waktu untuk berkarir. Satu bulan setelah lulus, Windy mulai bekerja di salah satu kantor akuntan publik di Jakarta. Windy bahkan mengikuti seleksi untuk mejadi karyawan di perusahaan tersebut sebelum ia lulus Sarjana.
“Sebenarnya saya enggak terlalu ambisius begitu lulus pengen kerja. Cuma dapetnya langsung. Jadinya saya kerja dulu,” ungkap Windy. Kedepannya, ia mengaku ingin mengambil beberapa program sertifikasi untuk mendukung profesinya.
Tekun dan tidak suka menyia-nyiakan kesempatan, itulah yang ia yakini mengapa ia bisa meraih prestasi sebagai salah satu Wisudawan Terbaik Unpad. “Selalu punya target. Dan kalau sudah punya target jangan lupa susun strateginya bagaimana cara mencapai target itu,” ujar perempuan yang fasih berbahasa Inggris ini .*
Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh
