[Unpad.ac.id, 10/07/2015] Unpad menjalin kerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL). Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatangan MoU yang dilakukan Rektor Unpad, Prof. Dr. med. Tri Hanggono Achmad, dr., dengan Direktur Jenderal Kemenkes RDTL, Jose dos Reis Magno, Kamis (9/07) di Ruang Executive Lounge Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35, Bandung.

Dalam acara tersebut hadir Wakil Menteri Kesehatan RDTL, Dr. Ana Isabel de Fatima Sousa Swares, para pejabat di lingkungan Kemenkes RDTL, serta Atase Pendidikan Konsulat RDTL di Jakarta, Agus Finho. Sementara dari pihak Unpad hadir Wakil Rektor bidang PPM dan Kerja Sama Unpad, Dr. med. Setiawan, dr., Dekan Fakultas Kedokteran dan perwakilan Koprodi FK Unpad.
Selain penandatangan MoU, dilakukan pula penandatangan Memorandum of Agreement antara Dekan FK Unpad, Arief Syamsulaksan Kartasasmita, dr., SpM(K), M.Kes., MM., PhD., dengan Direktur Jenderal Kemenkes RDTL, Jose dos Reis Magno.
Dalam sambutannya, Dr. Ana mengatakan, hal ini merupakan bentuk kerja sama lanjutan antara Unpad dengan Kemenkes RDTL sejak 2010 lalu. Kerja sama yang telah dilakukan adalah pengiriman 10 orang mahasiswa asal Timor Leste untuk mengambil program Spesialis di FK Unpad. Hal ini bertujuan dalam rangka pemenuhan tenaga Spesialis di Rumah Sakit Daerah di Timor Leste.
Diakui Dr. Ana, Unpad merupakan perguruan tinggi terkemuka di Indonesia yang telah banyak menghasilkan lulusan berkualitas. “Para tenaga spesialis lulusan Unpad di Timor Leste ternyata sangat disegani,” jelasnya.
Dr. Ana sendiri berharap, kerja sama dengan Unpad ini dapat berjalan dengan transparan dan komunikatif. Untuk itu, ia meminta ada salah seorang Liasion Officer (LO) dari Unpad sebagai jembatan komunikasi dengan pihak Kemenkes RDTL.
Rektor pun mengapresiasi kerja sama tersebut. Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya terbatas pada peningkatan kualitas sumber daya manusia saja, tetapi mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Timor Leste.
“Kita tidak cukup bergerak pada peningkatan human capital saja. Pelayanan kesehatan itu sangat kompleks,” kata Rektor.
Dengan demikian, Unpad dan Kemenkes RDTL dapat melakukan penelitian bersama untuk menangani berbagai permasalahan kesehatan baik di Timor Leste maupun Indonesia. Rektor juga membuka kerja sama lanjutan dengan berbagai fakultas yang ada di Unpad.
“Dengan kerja sama ini diharapkan Timor Leste dapat membuka Fakultas Kedokteran di sana. Sehingga punya daya ungkit untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan di masyarakat,” kata Rektor.
Terkait permintaan LO di Unpad, Rektor akan meminta para Koprodi dan Dosen FK yang sempat berbakti di Timor Leste untuk menjadi jembatan komunikasi dengan Timor Leste.*
Laporan oleh: Arief Maulana / eh
