[Unpad.ac.id, 2/12/2015] Pengeluaran negara untuk sektor kesehatan pada tahun 2014 lalu sebesar 2,6% dari Gross Domestic Product (GDP). Jumlah ini meningkat menjadi 3,4% pada 2015. Hal ini menunjukkan kebutuhan akan sektor kesehatan semakin besar. Diperkirakan pada sepuluh hingga lima belas tahun mendatang, angka tersebut meningkat pada rerata 8-10% dari GDP.

“Tidak ada kegiatan di sektor lain yang tumbuhnya lebih pesat dari sektor kesehatan,” ujar James Riyadi, tokoh nasional, saat menggelar pertemuan dengan dekan dan pimpinan universitas di Bale Sawala Unpad Kampus Jatinangor, Selasa (01/12). Pertemuan ini juga dihadiri oleh dosen dan ketua prodi dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Farmasi, Fakultas Ilmu Keperawatan, dan Fakultas Psikologi Unpad.
Wakil Ketua Lippo Group ini mengatakan, dengan adanya peningkatan tersebut, perkembangan dunia kesehatan kini mengarah pada holistic healthcare. Pelayanan kesehatan saat ini bukan sekadar melakukan pengobatan, tetapi juga menyentuh dimensi lain dalam diri pasien, meliputi emosi, psikologi, spiritual, hingga faktor lingkungan.
Lebih lanjut ia membeberkan pengalamannya dalam mengelola rumah sakit di bawah naungan Lippo Group. Menurut James, beberapa pasien yang datang memiliki masalah tersendiri. Pasien bukan hanya mengeluhkan masalah kesehatan, tetapi juga berbagai masalah di luar sektor kesehatan.
Ini yang menjadi tantangan dalam pendidikan kesehatan saat ini. James mendorong bagaimana pendidikan kesehatan mampu mendidik dokter dan perawat menjadi manusia yang utuh melalui pendidikan holistik. “Mereka juga harus mampu untuk melayani pasien/masyarakat supaya bisa mendapatkan kembali kehidupan yang utuh,” paparnya.
Meski mengalami peningkatan, James menyebut rantai pasok fasilitas kesehatan di Indonesia masih terbilang kurang. Indonesia menurutnya masih kekurangan jumlah rumah sakit beserta fasilitasnya serta tenaga dokter spesialis dan perawat. Ini menjadi tantangan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan melalui kontribusi berbagai sektor.
James optimis Unpad beserta perguruan tinggi lain bisa ambil bagian dalam peningkatan tersebut. Pendirian Rumah Sakit Pendidikan (RSP) di perguruan tinggi merupakan sarana efektif untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan. Selain dibangun untuk kepentingan pendidikan, RSP juga harus dibangun guna kepentingan masyarakat. Ia sendiri mengusulkan agar RSP yang ada harus bersifat full time dan profesional.
“Why not Unpad punya beberapa RSP yang tersebar di masyarakat. Ini penting karena universitas-lah yang akan mentransformasi masyarakat,” kata James.*
Laporan oleh: Arief Maulana / eh
