Pemerintah Kota Braunschweig Jerman Jajaki Kerja Sama dengan Unpad

Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad dan Wakil Wali Kota Brauns (Foto oleh: Tedi Yusup)*

[Unpad.ac.id, 19/02/2016] Universitas Padjadjaran bersama dengan Pemerintah Kota Braunschweig, Jerman, sepakat untuk melakukan kerja sama meliputi aspek pendidikan, budaya, lingkungan, dan ekonomi. Penjajakan kerja sama tersebut dilakukan pada saat pertemuan Unpad dengan pejabat perwakilan Kota Braunschweig di Unpad Training Center, Jln. Ir. H. Djuanda, No. 4, Bandung, Kamis (18/02) malam.

Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad dan Wakil Wali Kota Brauns (Foto oleh: Tedi Yusup)*
Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad dan Wakil Wali Kota Braunschweig, Annegret Ihbe (Foto oleh: Tedi Yusup)*

Dalam pertemuan tersebut, hadir Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad, para Staf Khusus Rektor, Wakil Rektor, Direktur, Dekan di lingkungan Unpad, serta dosen Fakultas Ilmu Budaya Unpad. Sementara dari pihak Braunschweig, hadir Wakil Walikota Braunschweig Annegret Ihbe, Kepala Departemen Ekonomi Braunschweig Gerold Leppa,Kepala Waste Association of Braunschweig Wolfgang Sehrt, Kepala Hubungan Internasional Braunschweig Petra Haremann, Komjen RI di Hamburg Sylvia Arifin, dan Kasubag Kerja Sama Luar Negeri Setda Kota Bandung Dadang Hermawan.

Sylvia mengatakan, kunjungan delegasi dari Braunschweig ini dilakukan dalam rangka implementasi konsep sister city antara Kota Bandung dengan Braunschweig. Kerja sama Sister City ini merupakan kerja sama tertua di Indonesia yang telah dilakukan sejak 60 tahun yang lalu.

“Kita ingin merevitalisasi dengan melihat berbagai potensi kerja sama antara Braunschweig dengan Bandung,” kata Sylvia saat ditemui di sela kunjungan.

Pada aspek pendidikan, lanjut Sylvia, Kota Braunschweig memiliki perguruan tinggi bernama Technische Universität Braunschweig (TUB). Diharapkan Unpad dengan TUB dapat melakukan kerja sama pada bidang pertukaran pelajar, pertukaran dosen, maupun program riset bersama. Sylvia juga mendorong para dosen Unpad untuk melanjutkan studi di TUB.

Selain itu, Unpad juga bisa melakukan kolaborasi penelitian pada bidang waste management. “Braunschweig memiliki sistem pengolahan limbah yang baik yang diaplikasikan untuk petani, dan sumber listrik. Kita dorong Unpad mengembangkan kerja sama tersebut,” kata Sylvia.

Sementara pada bidang budaya, Sylvia mendorong pertukaran atau kolaborasi kebudayaan Indonesia dan Jerman. Salah satu aspek yang bisa dilakukan ialah menggelar konser kolaborasi pada dunia tarik suara.

Untuk itu, ia berharap Unpad melalui unit Paduan Suara Mahasiswa (PSM) dapat melakukan kolaborasi lanjutan dengan kelompok paduan suara di Jerman setelah sukses menggelar kolaborasi dengan kelompok paduan suara Rundfunkchor Berlin, Oktober 2015 lalu.

Pada bidang ekonomi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unpad Dr. Asep Mulyana, S.E., MCE., mengatakan, Unpad siap memfasilitasi berbagai produk UKM di Bandung untuk bisa dikembangkan di Braunschweig.

“FEB dan Unpad sendiri telah memiliki banyak kerja sama dengan perguruan tinggi di Jerman. Kita dorong kerja sama ini dikembangkan untuk Braunschweig,” kata alumni Diplom Kooperation okonomen (MCE) Philipps University Marburg Germany tersebut.

Kerja sama lain yang akan dikembangkan khususnya dengan Kota Bandung adalah pengembangan industri kedirgantaraan dan mobil. Delegasi Braunschweig sendiri sudah mengunjungi industri penerbangan PT. Dirgantara Indonesia di Bandung untuk melakukan penjajakan kerja sama.

Menanggapi kunjungan ke Unpad, Rektor mengatakan kerja sama yang akan dilakukan Unpad, Bandung, dengan Braunschweig dapat mendukung implementasi pola pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang sudah dicanangkan dunia.*

Laporan oleh: Arief Maulana / eh

Share this: