Mahasiswa Geologi Unpad Presentasikan Makalah pada Annual Student Energy Conference di Kroasia

Hendy Taufik dan Alberto Josua (Foto oleh: Tedi Yusup)*

[Unpad.ac.id, 22/04/2016] Dua mahasiswa Fakultas Teknik Geologi (FTG) Universitas Padjadjaran, Hendy Taufik dan Alberto Josua, terpilih untuk mempresentasikan makalahnya di Annual Student Energy Conference (ASEC) 2016 di University of Zagreb, Kroasia, pada 9-12 Maret 2016 lalu. Di ajang tersebut, mereka mempresentasikan karya mereka yang berjudul “Pressurized Mud-Cap Drilling and Conventional Drilling Parameter Comparison Analysis of Field AHA”.

Hendy Taufik dan Alberto Josua (Foto oleh: Tedi Yusup)*
Alberto Josua dan Hendy Taufik (Foto oleh: Tedi Yusup)*

“ASEC merupakan perhelatan khusus untuk mahasiswa atau pelajar, maupun profesional dimana kita menyampaikan hasil penelitian yang berhubungan dengan energi,” ungkap Berto saat ditemui di Ruang Humas Unpad, Gedung Rektorat Unpad kampus Jatinangor, Kamis (21/04).

Dalam makalah yang mereka buat, Hendy dan Berto mencoba membandingkan antara metode konvensional dengan pressurized mud-cap drilling sebagai teknik mengebor untuk mendapatkan minyak. Dari hasil penelitian diketahui bahwa melalui pressurized mud-cap drilling, hasilnya lebih baik, terutama di tanah gamping yang  berisiko tinggi.

Pressurized mud-cap drilling lebih efisien dan cukup ekonomis dibandingkan dengan konvensional,” ujar Hendy.

Meski belum mendapat penghargaan sebagai peserta terbaik, Hendy dan Berto cukup bangga dengan predikat “Outstanding” yang mereka dapat. Apalagi, mayoritas peserta dalam ajang tersebut adalah mahasiswa Magister dan Doktoral, hanya sedikit mahasiswa jenjang S-1 seperti Hendy dan Berto.

Setelah mengikuti kegiatan tersebut, Hendy dan Berto mengaku mendapat banyak pengalaman menarik, ilmu yang bermanfaat di bidang energi, dan relasi. Di Kroasia, mereka juga menyempatkan diri untuk berkunjung ke Kantor Kedutaan Besar Indonesia di sana.

Kegiatan ini pun memberikan motivasi bagi Hendy dan Berto untuk terus mengembangkan keilmuannya. “Lebih terpacu lagi untuk mengembangkan apa yang sudah kita pelajari,” kata Berto.

Mereka pun berpesan kepada para mahasiswa lain, untuk tidak cepat berpuas diri dengan ilmu yang di dapat di bangku kuliah. “Ternyata jendela ilmu itu luas,” ujar Hendy.*

Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh

 

Share this: