[Unpad.ac.id, 8/10/2016] Paguyuban Mahasiswa Sastra Sunda (Pamass) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unpad kembali menyelenggarakan Pasanggiri Monolog Basa Sunda bagi pelajar SMA/SMK/setara di Jawa Barat, mulai Senin (3/10) hingga Jumat (7/10). Tahun ini merupakan kali ketiga kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari peringatan ulang tahun Pamasske-52 . Kegiatan ini diikuti oleh 38 peserta dari 24 sekolah se- Jawa Barat.

“Kami bermaksud untuk mengenalkan monolog bahasa Sunda kepada masyarakat, khususnya Jawa Barat,” ungkap Ketua Pelaksana, Riki Nawawi saat ditemui di sela kegiatan.
Selain pentas monolog, tahun ini dikompetisikan juga menulis naskah monolog berbahasa Sunda yang sudah digelar Januari-Maret 2016 lalu bertema“Kahirupan Rumaja Kiwari”. Dari kompetisi yang diikuti 21 peserta ini, terpilih 12 naskah terbaik yang kemudian dipentaskan oleh para peserta Pasanggiri Monolog Basa Sunda tersebut.
Dua belas naskah terpilih itu pun dikumpulkan dalam satu buku, dengan judul “Kuda Waja: Antologi Naskah Monolog Sunda”. Buku tersebut diluncurkan pada penutupan Pasanggiri Monolog Basa Sunda di Pusat Studi Bahasa Jepang (PSBJ) FIB Unpad, Jumat (7/10).
“Buku ini merupakan (kumpulan naskah monolog) bahasa Sunda yang pertama di dunia,” ujar Riki.

Lebih lanjut Riki mengungkapkan, saat ini perkembangan monolog bahasa Sunda belum sebaik yang berbahasa Indonesia. Kegiatan ini juga digelar sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya Sunda. Hal ini juga sesuai dengan tekad Pamass untuk dapat terus bermanfaat langsung pada masyarakat.
“Jadi dengan digelarnya acara ini semoga kedepannya masyarakat bisa menikmati, masyarakat bisa tahu (monolog bahasa Sunda),” harap Riki.
Menurut Riki, saat ini kesustraan sastra remaja berbahasa Sunda masih kurang. Dengan digelarnya kegiatan ini , diharapkan dapat menambah pustaka sastra remaja Sunda. Selama ini, naskah monolog pun kebanyakan merupakan saduran dari karya sastra lain, bukan dibuat khusus sebagai naskah monolog.
“Kegiatan ini juga diharapkan dapat mengenalkan kembali bentuk teater monolog,” harap Riki.
Senada dengan Riki, Wakil Dekan I FIB Unpad, Dr. Mumuh Muhsin Zakaria, M.Hum. mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan suatu upaya dalam melestarikan bahasa Sunda. “Mudah-mudahan setiap tahun kegiatan ini terus meningkat kualitasnya, juga kuantitas dari pesertanya,” harap Dr. Mumuh.
Hasil pasanggiri:
Binekas (juara) ka-1: Anggi Lestari (SMAN 1 Lembang) midangkeun naskah “Nyai jeung Pohasi” karya Hadi AKS
Binekas ka-2: Silviani (SMKN 10 Bandung) midangkeun naskah “Wadal” karya Erwin Wahyudi
Binekas ka-3: Ahmad Saeful Gina (SMAN 6 Garut) midangkeun naskah “Runtah Dua” karya Enang Rokajat Asura
Binangkit (harapan) ka-1: Ayi Alpiana (SMK Ma’arif) midangkeun naskah “Runtah Dua: Karya Enang Rokajat Asura
Binangkit ka-2: Muhammad Yoga Saputra (SMAN 6 Cimahi) midangkeun naskah “Tatu” karya Ayi G. Sasmita
Binangkit ka-3: Maulana Fajar Rukmana (SMK 1 PGRI Gantar Indramayu) midangkeun naskah “Tatu” karya Ayi G. Sasmita
Kameumeut (favorit): Ade Maelani (SMAN 1 Cilamaya) midangkeun naskah “Sulaya” karya Ayi G. Sasmita*
Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh
