[Unpad.ac.id, 24/11/2016] Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran menggelar seminar internasional “2nd International Seminar on Pharmaceutical Science and Technology” di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, 24 – 25 November 2016. Seminar ini akan menyampaikan berbagai informasi terkait hasil riset pada lingkup kelimuan dan teknologi farmasi.

Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Aliya Nur Hasanah, S.Si., Apt., M.Si., mengatakan, seminar akan menjadi ajang tukar informasi terkait perkembangan sains dan teknologi di bidang farmasi. Mengangkat tema “Advances Material Design, Process and Technology for Improving Pharmaceutical Product Quality”, seminar ini diharapkan dapat berkontribusi meningkatkan kualitas dari hasil riset farmakologi.
Seminar dibuka secara resmi oleh Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad, Kamis (24/11). Dalam sambutannya, Rektor mengatakan ada beberapa tantangan untuk meningkatkan kualitas keilmuan dan teknologi kefarmasian. Menurutnya, meningkatnya kualitas produk di bidang farmasi berkaitan erat dengan meningkatnya sektor pelayanan kesehatan.
Salah satu upaya peningkatan kualitas Kefarmasian ialah pemanfaatan aspek teknologi informasi. Namun, pemanfaatan teknologi informasi ini memiliki dua sisi mata uang. Di satu sisi dapat meningkatkan kualitas pelayanan, di sisi lain berpengaruh pada peningkatan biaya pelayanan.
“Ini yang menjadi tantangan kita, bagaimana kita bisa meningkatkan kualitas namun tetap menjaga kestabilan biaya pelayanan kesehatan,” kata Rektor.
Tantangan lain dalam peningkatan sektor keilmuan dan teknologi kefarmasian adalah dominasi profesi farmasi. Rektor menjelaskan, upaya kerja sama antarsektor sangat penting. Sehingga, tantangan peningkatan kualitas ini bukan hanya tanggung jawab tenaga farmasi, tetapi juga seluruh pemangku kepentingan di bidang pelayanan kesehatan.
Lebih lanjut Rektor menuturkan, hal penting yang harus terwujud dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ialah menjaga agar masyarakat tetap sehat. “Pelayanan kesehatan bukan sekadar mengobati penyakit, tetapi bagaimana kita mampu menemukan dan mengembangkan pelayanan kesehatan dengan tujuan masyarakat tetap terjaga kesehatannya,” kata Rektor.
Sebanyak 223 peserta mengikuti seminar internasional ini. Peserta tidak hanya dari bidang farmasi saja, tetapi juga diikuti oleh berbagai multidisiplin ilmu dan profesi, mulai dari akademisi, peneliti, mahasiswa, hingga praktisi farmasi.
Seminar ini menghadirkan beberapa pembicara utama, yaitu Prof. Roland Bodmeier (Freie Universitat Berlin), Prof Yasushi Arano (Chiba University), Prof Habibah A. Wahab (School of Universiti Sains Malaysia), Assoc. Prof. Dr Zeeshan Ahmad (Leicester School of Pharmacy,De Montfort University Leicester), Prof. Dr. Zhari Ismail (Universiti Sains Malaysia), Prof. Kunikazu Moribe (Chiba University), Prof Abdul Rohman (Universitas Gadjah Mada), Prof Bambang Kuswandi (Universitas Jember), Dr. M. Rahman Roestan Pharm., MBA (PT Biofarma,), Assoc. Prof. Dr. Khairunisak Abdul Razak, Assoc. Prof. Kyung Teak. Oh, PhD, dan Taofik Rusdiana,Ph.D., Apt.
Selain seminar internasional, kegiatan ini juga diisi dengan presentasi paralel dan gelar poster.*
Laporan oleh: Arief Maulana / eh
