Suasana Seminar “Young Eco Farmer Forum” yang diadakan oleh AgriLab (Laboratorium Agribisnis, Universitas Padjadjaran di Bale Rumawat Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Sabtu (23/02).

[unpad.ac.id, 27/2/2019] Laboratorium Agribisnis Universitas Padjadjaran (AgriLab) menggelar seminar “Young Eco Farmer Forum” di Bale Rumawat Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Sabtu (23/2). Seminar ini menghadirkan tiga pembicara yang akan membahas mengenai pertanian di mata generasi milenial.

Suasana Seminar “Young Eco Farmer Forum” yang diadakan oleh aboratorium Agribisnis, Universitas Padjadjaran (AgriLab) di Bale Rumawat Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Sabtu (23/2).

Tiga pembicara tersebut yaitu Eka Novia Endriany, penerima beasiswa LPDP yang sukses menempuh studi Magister di Wageningen University & Research, Belanda; Andro Tunggal Namuerta, pemilik Fruitable Farm; dan Raden Galih Raditya, Ketua Komunitas 1000 Kebun.

Pembicara pertama, Eka Novia Endriany berbagai pengalaman tentang tren pertanian di luar negeri serta membahas perbedaan pendapat antara masyarakat di negara maju dan berkembang terkait pertanian.

“Terdapat beberapa tren pertanian di luar negeri saat ini, (antara lain) polikultur, local food system, community-supported agriculture (CSA), drip irrigation, strip tillage, legume and diversified food, dan lain-lain,ungkap Eka dalam rilis Kantor Komunikasi Publik Unpad.

Sementara Andro Tunggal Namuerta mengajak peserta seminar untuk mendalami bisnis di bidang pertanian. Ia mengungkapkan, bisnis bidang ini banyak menghasilkan keuntungan.

“Bisnis dalam bidang pertanian bukanlah bisnis instan yang akan mendapatkan umpan balik dalam waktu singkat. Walaupun demikian, bisnis pada bidang ini tidak akan pernah mati karena pangan merupakan kebutuhan primer manusia,” kata Andro.

Pembicara terakhir, Raden Galih menjelaskan tentang Komunitas 1000 Kebun. Komunitas yang bergerak di bidang pertanian di Kota Bandung ini pada awalnya terbentuk dari hobi. Hingga sekarang, program aktif yang dijalankan komunitas ini antara lain, wisata kebun, lokakarya, warung kebun serta Pasar Kebun Sehat.

Lewat seminar ini, Ketua AgriLab Unpad Gema Wibawa Mukti, M.P., berharap agar ekosistem wirausaha di pertanian semakin berkembang. Peserta juga dapat melihat agribisnis sebagai bisnis baik untuk masa depan.*

Rilis: AgriLab/am

 

Share this: