[unpad.ac.id, 20/5/2019] Sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam mengembangkan sektor pariwisata. Perguruan tinggi pun memiliki peran strategis untuk mendukung perkembangan kepariwisataan di Indonesia.

Suasana Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan yang digelar atas kerja sama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dengan Universitas Padjadjaran di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Senin (20/5). (Foto: Tedi Yusup)*

“Momentum perubahan itu, awalnya dari kampus. Kekinian muncul dari kampus. Ide besar ada di kampus,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Daerah Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik dalam Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Senin (20/5).

Dalam membangun kepariwisataan, Dedi berharap adanya sinergitas dengan berbagai pihak. Sinergi dengan perguruan tinggi juga diharapkan dapat bertukar gagasan untuk perkembangan kepariwisataan, di antaranya dengan terwujudnya peta jalan atau  roadmap pariwisata berkelanjutan.

Pelatihan SDM Kepariwisataan tersebut digelar atas kerja sama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dengan Universitas Padjadjaran. Selain Dedi, acara tersebut juga menghadirkan pembicara Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad Yudi Azis, Ph.D., dosen Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung Dr. Mohammad Liga Suryadana, M.Si, dan Kepala Bidang Ekowisata Kementerian Pariwisata RI Gunawan Wimabwa, SH, MM.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. Arry Bainus, M.A. mengatakan bahwa kegiatan tersebut dinilai sangat strategis mengingat sektor kepariwisataan diyakini dapat menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.

Lebih lanjut Dr. Arry mengatakan, pengembangan SDM kepariwisataan harus serius ditangani. Indonesia memiliki destinasi kepariwisataan yang baik, perlu diimbangi dengan SDM yang kompeten.

“Percuma kita mempunyai destinasi pariwisata yang hebat, tetapi kalau tidak ditangani dengan SDM yang memadai, ya kita tidak akan mendapatkan kelayakan yang baik,” ujar Dr. Arry.

Dr. Arry pun mengaitkannya dengan pendekatan Pentahelix. Menurutnya, SDM pariwisata ada di semua lini, meliputi akademisi, pelaku bisnis, pemerintah, masyarakat, dan media.*

Laporan oleh Artanti Hendriyana/am

Share this: