Dosen FK Unpad Beri Kuliah Umum di Harvard Medical School, Amerika Serikat

[unpad.ac.id, 25/7/2019] Ketua Pusat Studi Infeksi Klinis Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bachti Alisjahbana, dr., SpPD-KPTI, Ph.D memberikan kuliah umum berjudul “Role of Private Practitioner in Tuberculosis in Bandung, Indonesia” di Department of Global Health and Social Medicine, Harvard Medical School, Boston, Amerika Serikat, Selasa (25/6).

Dosen yang menjabat sebagai Ketua Pusat Studi Infeksi Klinis Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bachti Alisjahbana, dr., SpPD-KPTI, Ph.D memberikan kuliah umum berjudul “Role of Private Practitioner in Tuberculosis in Bandung, Indonesia” di Department of Global Health and Social Medicine, Harvard Medical School, Boston, Amerika Serikat, Selasa (25/6).*

Kuliah umum ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan kunjungan kolaborasi penelitian antara tim peneliti dari Pusat Studi Infeksi Klinis FK UNPAD (yang diwakili oleh Dr. Bachti Alisjahbana, dr. Bony Wiem Lestari dan dr. Nur Afifah), Universitas Otago dan Harvard Medical School.

Kuliah umum yang dihadiri oleh sejumlah mahasiswa, staf ,dan pengajar dari Harvard Medical School ini mengangkat tema “Research to improve tuberculosis control in Indonesia”. Ada dua narasumber yang memberikan kuliah, yaitu Dr. Bachti Alisjahbana dan Prof. Philip Hill dari Universitas Otago dengan materi bertajuk “Conducting field-lab link studies in case contacts and healthcare workers to inform vaccine trials”. Kuliah ini dimoderatori Prof. Megan Murray selaku Professor of Global Health and Social Medicine, Harvard Medical School.

Pada kuliah tersebut, Dr. Bachti Alisjahbana memaparkan pengalaman beliau dalam pelaksanaan penelitian mengenai bauran publik-swasta (public-private mix) dalam penanggulangan tuberkulosis (TB) di kota Bandung.

Penelitian yang berjudul “Investigation of Health Services for TB by External Private Providers” (INSTEP) ini telah berlangsung sejak tahun 2017 dengan dukungan dari Dinas Kesehatan kota Bandung. Penelitian INSTEP terlaksana dengan pendanaan hibah internasional dari United States Agency for International Development (USAID) melalui program Partnership for Enhanced Engagement in Research (PEER) yang dikelola oleh National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine, Amerika Serikat.

Dr. Bachti menyampaikan bahwa public-private mix merupakan bagian dari strategi penanggulangan TB yang dicanangkan oleh WHO dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Namun, untuk implementasinya, masih banyak perangkat yang kurang, di antaranya adalah sistem registrasi dokter praktik swasta yang belum ter-update secara rutin; belum adanya sistem pencatatan dan pelaporan yang mudah dan terintegrasi dengan program TB Nasional; kurangnya pengetahuan mengenai aturan notifikasi wajib (mandatory notification) untuk seluruh fasilitas kesehatan yang mendiagnosis dan mengelola pasien TB; serta masih belum tersosialisasikannya cara pengelolaan TB yang terkini pada dokter praktik swasta.

Sementara Prof. Philip Hill adalah kolaborator yang telah lama bekerja sama dengan kelompok peneliti TB di Unpad. Topik yang dipaparkan Prof. Phillip juga merupakan hasil kerja sama penelitian mengenai infeksi TB laten yang dilakukan di Bandung.

Secara singkat, Prof. Phillip menyampaikan bahwa vaksinasi BCG memberikan proteksi pada infeksi TB laten, yang mana secara teoretis juga akan mengurangi kejadian TB aktif. Dengan pengetahuan ini, penelitian kolaboratif akan berlanjut ke penelitian efektifitas revaksinasi BCG pada dewasa, serta memvalidasi desain penelitian untuk menilai efektivitas vaksin TB.*

Dr. Bachti berharap agar kolaborasi penelitian internasional ini dapat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas penelitian yang dilaksanakan serta memberikan hasil penelitian yang kontributif dalam pengendalian TB di Indonesia.*

Rilis: Nur Afifah (Pusat Studi Infeksi Klinis FK Unpad)/am

Share this: