[unpad.ac.id, 29/10/2019] Paguyuban Mahasiswa Sastra Sunda (Pamass) Universitas Padjadjaran menggelar “Pasanggiri Monolog Basa Sunda (PMBS) ka-VI” di Pusat Studi Bahasa Jepang, Kampus Fakultas Ilmu Budaya, Unpad, Jatinangor 22 – 25 Oktober lalu.

“Acara ini digelar sebagai bentuk kepedulian kami (mahasiswa Sastra Sunda) untuk tetap menjaga dan melestarikan bahasa dan budaya sendiri,” ujar ketua pelaksana PMBS VI Imanudin Abdurahman.
Mengangkat tema “Dina Budaya Urang Napak, tina Budaya Urang Napak”, PMBS VI kali ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu kategori peserta pelajar SMA, serta kategori peserta perguruan tinggi.
Imanudin mengatakan, pada tahun ini terjadi peningkatan jumlah peserta yang mengikuti PMBS VI. “Alhamdulillah, untuk target peserta meningkat 100% , tahun lalu hanya 25 peserta dan tahun ini 50 peserta yang terdiri dari 35 tingkat Perguruan Tinggi dan 15 tingkat SMA,” jelasnya.
Setiap kategori melombakan sejumlah penghargaan. Penghargaan untuk kategori pelajar SMA meliputi aktor dan aktris terbaik, aktor dan aktris kameumeut, sutradara terbaik, artistik terbaik, serta pemusik terbaik.
Sementara untuk kategori peguruan tinggi meliputi peserta terbaik, sutradara terbaik, pemusik terbaik, dan artistik terbaik.
Imanudin mengungkapkan, untuk PMBS tahun ini, naskah monolog yang dilombakan para peserta kategori pelajar SMA merupakan hasil naskah yang dibuat oleh mahasiswa aktif Sastra Sunda Unpad. Adapun juri perlombaan pada tahun ini yaitu Dodi Kiwari (penggiat seni Teater Sunda Kiwari), Dede Safrudin (TVRI), serta Robi Gunawan (praktisi alumni Sastra Sunda Unpad).
Pada perlombaan monolog ini, SMAN 1 Majalaya berhasil menjadi juara umum pada kategori pelajar SMA.*
Rilis: Juan Veron Suherlan/am
