Rilis

[unpad.ac.id, 4/5/2020] Dua dosen Departemen Kelautan Universitas Padjadjaran Noir Primadona Purba, M.Si., dan Ibnu Faizal, M.T., berhasil mendapat hibah riset kolaborasi internasional dari The Engineering and Physical Sciences Research Council (EPSRC) – Global Challenges Research Fund (GCRF).
Hibah senilai 50,000 Pound sterling atau setara dengan 900 juta Rupiah ini akan berkolaborasi dengan akademisi dari Laboratorium Energy System-University of Edinburgh, Inggris, yaitu Prof. Vengatesan Venugopal dan Dr Encarni Medina-Lopez.
Proyek riset yang akan dikerjakan memiliki topik “Assessment of the Impacts of Ocean Plastic Wastes in Developing Countries: A Case study for Indonesia”. Fokus riset seputar penjalaran sampah laut yang menggunakan indikasi fisis oseanografi dengan berat sampah yang sudah pernah disurvei.
Topik riset ini merupakan bidang kajian yang sudah dilakukan Noir dan Ibnu sejak 2016. Riset dilakukan dengan menggunakan pemodelan oseanografi yang merupakan basis ilmu dari kedua akademisi Unpad tersebut.
Dalam rilis yang diterima Kantor Komunikasi Publik Unpad, Noir menjelaskan, sampah laut menjadi isu global saat ini. Hasil riset yang sudah dilakukan Jambeck, et.al pada 2015, disebutkan bahwa Indonesia merupakan produsen sampah laut terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok.
“Sampah Laut seperti yang kita ketahui sangat mempengaruhi seluruh ekosistem laut, dari permukaan sampai dasar laut, dimana yang paling terlihat imbasnya adalah di pantai-pantai/pulau-pulau kecil. Selain itu, sampah laut juga menjadi ancaman bagi biota laut serta akan mempengaruhi kesehatan manusia itu sendiri,” tulis Noir.
Riset ini mengambil lokasi di wilayah perairan laut Sawu, Nusa Tenggara Timur. Kawasan ini termasuk ke dalam wilayah terluar Indonesia. Ini dimaksudkan untuk melihat seberapa besar potensi sampah yang “dikirim” Indonesia ke negara lain maupun ke Samudera Hindia.
Noir menjelaskan, riset ini berupaya menyelidiki isu sampah laut. Tidak hanya mengancam kawasan perairan, sampah laut juga berpotensi mengancam keamanan dan kualitas pangan, kesehatan manusia, pariwisata pesisir, hingga perubahan iklim yang ekstrem. Karena itu, hasil penelitian ini akan membantu pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
“Manfaat dari penelitian ini akan membantu penanganan sampah plastik bukan pada level nasional tapi diharapkan terjadi pada tingkat regional dan global. Kolaborasi yang dikembangkan dari riset ini akan membantu untuk terus mempertahankan hubungan penelitian jangka panjang yang kuat antara The University of Edinburgh dan Universitas Padjadjaran,” terang Noir.
Selain melakukan riset, hibah kolaborasi ini juga akan menggelar workshop di Edinburgh dan di Jatinangor. Di saat bersama, sejumlah peneliti dari Unpad, UTM Malaysia, Universiti Malaya dan University of Edinburgh sedang mengikuti hibah internasional NERC terkait dengan pengurangan sampah plastik di Asia Tenggara.(art)*
