Unpad dan UKM Gelar Simposium Kebudayaan Indonesia-Malaysia Secara Daring

Laporan oleh Arif Maulana

{Foto Ilustrasi]. Pelaksanaan Simposium Kebudayaan Indonesia-Malaysia (SKIM) ke-XV tahun 2017 di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Bandung. (Foto: Tedi Yusup)*

[unpad.ac.id, 5/5/2020] Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) kembali menggelar Simposium Kebudayaan Indonesia-Malaysia (SKIM) ke-XVI, Selasa (5/5). Berbeda dengan gelaran sebelumnya, SKIM XVI digelar secara daring menyusul adanya pandemi Coronavirus (COVID-19) yang melanda Indonesia dan Malaysia.

Pelaksana SKIM XVI dari Unpad Ida Widianingsih, PhD, mengatakan, SKIM XVI tahun ini mengangkat tema seputar masalah inklusif dan eksklusif sosial di era revolusi industri 4.0.Sebanyak 93 makalah yang terdiri dari 30 makalah dari peneliti Indonesia dan 63 makalah dari Malaysia masuk dalam simposium tahun ini.

Karena digelar secara daring, sebagian besar peserta juga telah mengirimkan video  presentasi dengan durasi 5 – 7 menit. Selain itu, 8 pemakalah berkesempatan mempresentasikan makalahnya dalam pertemuan daring menggunakan aplikasi Zoom, Selasa (5/5).

Simposium ini resmi dibuka oleh Wakil Rektor UKM YBhg. Prof. Dato’ Ir. Dr. Mohd Hamdi Abd Shukor. Dalam sambutannya, Prof. Hamdi mengatakan, simposium ini merupakan wujud kerjasama UKM dan Unpad yang sudah terjalin sejak 1985.

“Inilah kali pertama SKIM ini bertemu secara digital, ini membawa sejarahnya tersendiri,” kata Prof. Hamdi.

Prof. Hamdi menilai, tema SKIM tahun ini sangat relevan dengan kondisi global saat ini. Pandemi COVID-19 yang melanda sebagian besar dunia saat ini semakin berdampak pada munculnya inklusivitas dan eksklusivitas sosial saat ini.

“Dengan ancaman global yang tidak menentu ini, seperti ketidaksamaan hak, lantas meningkatkan ketegangan hubungan dan konflik, maka haruslah kita mencari penyelesaian agar manusia dapat hidup lebih harmoni,” ujar Prof. Hamdi.

Sementara itu, Rektor Unpad Prof. Dr. Rina Indiastuti mengungkapkan, hadirnya teknologi membuka perspektif baru mengenai kolaborasi untuk menyelesaikan masalah kompleks. Sejumlah kekuatan teknologi sepatutnya dimanfaatkan untuk kepentingan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

“Perguruan tinggi dapat memberikan inovasi dan solusi untuk SDGs,” kata Rektor.

Rektor mengatakan, hasil dari makalah yang dipresentasikan pada simposium ini diharapkan dapat menginisiasi kerja sama penelitian yang lebih mendalam antara peneliti dari Unpad dan UKM.

Acara SKIM XVI ini menghadirkan pembicara kunci yaitu Dekan FISIP Unpad Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata dan Peneliti dari FISIP UKM Assoc. Prof. Dr. Sity Daud.*

Share this: