PSDKU Unpad Tingkatkan APK Perguruan Tinggi di Pangandaran

DCIM100GOPROGOPR3909.

Laporan oleh Arif Maulana

PSDKU Unpad
Galang Ikhwan Aji Sabda, salah satu wisudawan Program Studi di Luar Kampus Utama Unpad di Pangandaran. (Foto: Arif Maulana)*

[unpad.ac.id, 6/8/2020] Hadirnya Unpad di Kabupaten Pangandaran melalui penyelenggaraan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) sejak 2016 memberi warna baru bagi pembangunan wilayah. Salah satu kontribusinya adalah meningkatnya Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di Pangandaran.

Salah satu anak asli Pangandaran yang berhasil menyelesaikan studi di PSDKU Unpad Pangandaran adalah Galang Ikhwan Aji Sabda. Galang menyelesaikan studinya di program studi Ilmu Komunikasi tidak lebih dari 4 tahun.

(baca juga: Integrasikan Pangandaran ke dalam Permainan Monopoli, Mahasiswa Ilmu Komunikasi PSDKU Unpad Raih Juara di Singapura)

Ia pun menjadi perwakilan wisudawan PSDKU Pangandaran yang mengikuti Prosesi Wisuda Gelombang III & IV secara luring di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Rabu (5/8).

Ditemui Kantor Komunikasi Publik Unpad, Galang merasa bersyukur Unpad membuka PSDKU di Pangandaran. Impiannya untuk bisa melanjutkan studi di perguruan tinggi besar akhirnya tercapai.

“Saya tuh sudah hampir putus asa daftar kemana-mana. Kebetulan Unpad buka jalur PSDKU, saya tertarik daftar dan ada prodi yang saya sukai, yaitu ilmu komunikasi. Alhamdulillah diterima,” cerita Galang.

(baca juga: Pemkab Pangandaran Akan Hibahkan Lahan dan Bangunan untuk “Marine Station” Unpad)

Wisudawan asal Dusun Kedung Rejo, Wonoharjo, Pangandaran ini sejak 2016 ini menjadi salah satu mahasiswa angkatan perdana PSDKU Unpad. Dari total 98 orang mahasiswa angkatan 2016, 45% di antaranya merupakan mahasiswa asli Pangandaran.

Kala itu, kampus PSDKU masih menempati gedung sementara di Cikembulan dan Wonoharjo. Selain itu, untuk aktivitas praktikum, dirinya mesti bolak-balik Pangandaran-Jatinangor.

Sempat terkendala dengan keterbatasan fasilitas, Galang semakin termotivasi untuk tetap berkuliah. “Motivasi saya, jarak dan tempat bukan jadi alasan untuk menimba ilmu. Ilmu yang diajarkan, baik di Pangandaran maupun di Jatinangor itu sama,” tegasnya.

Mengingat jumlah mahasiswa yang belum terlalu banyak, Galang bersama rekan satu angkatan lainnya merasa dekat. Kedekatan juga terbangun dengan para dosen, tenaga kependidikan, maupun pimpinan PSDKU.

(baca juga: PSDKU Unpad Pangandaran Raih “ICSB Indonesia Presidential Award 2019”)

Galang merasa lingkungan PSDKU sangat terbuka. Ini terlihat ketika dirinya aktif sebagai kepanitiaan di berbagai acara yang digelar PSDKU. “Dalam organisasi pun kalau mengadakan event itu kerasa banget kerja samanya,” imbuh Galang.

Tidak heran jika Galang dan mahasiswa PSDKU lainnya berhasil menggelar sejumlah kegiatan besar. Salah satunya adalah ajang tahunan Pangandaran Run, lomba lari menyusuri kawasan wisata Pantai Pangandaran.

Galang dinyatakan lulus pada 14 Juli lalu. Ia berhasil menjalani sidang skripsinya berjudul “Media Komunikasi dalam Promosi Pariwisata di Kabupaten Pangandaran (Studi Kasus Pemanfaatan Media Komunikasi pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran)” secara daring.

Galang lulus dengan nilai IPK 3,95.

Selanjutnya, putra pasangan Jojo Uroni dan Yuliawati ini ingin melanjutkan studi di Magister Ilmu Komunikasi Unpad. Selebihnya, ia punya mimpi besar untuk ikut menjenamakan (branding) Pangandaran sebagai destinasi wisata dunia.

“Saya pribadi ingin mem-branding Pangandaran lebih menarik seperti di Bali, dengan desain yang menarik ataupun menggelar event besar,” tuturnya.

Ia pun mengapresiasi upaya Unpad yang konsisten menyelenggarakan pendidikan di Pangandaran. Banyak kerja sama yang sudah tercipta antara Pangandaran dan Unpad.

“Pangandaran menjadi semakin dikenal karena ada kampus Unpad. Banyak pembangunan lain hasil kerja sama dengan Unpad, Banyak juga UMKM yang terbantu dengan adanya pelatihan dari Unpad,” ungkap Galang.*

Share this: