Laporan oleh Arif Maulana

[unpad.ac.id, 19/2/2021] Pusat Digitalisasi dan Pengembangan Budaya Sunda (PDPBS) Universitas Padjadjaran menggelar “Pasanggiri Ngeusian Tarucing Cakra Basa Sunda 2021” memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional secara virtual, Jumat (19/2). Perlombaan mengisi teka teki silang berbahasa Sunda ini diikuti oleh 1.073 peserta dari berbagai wilayah.
Ketua PDPBS Unpad Prof. Ganjar Kurnia mengatakan, karena digelar secara virtual, peserta dapat mengikuti perlombaan langsung dari tempat tinggalnya masing-masing. Peserta juga diperkenankan untuk membuka kamus bahasa Sunda.
“Dengan metode seperti ini, peserta tidak hanya berasal dari Jawa Barat saja,” kata Prof. Ganjar.
[irp]
Ada dua penilaian pada perlombaan ini, yaitu ketepatan dalam mengisi jawaban serta kecepatan pengisian. Setiap peserta sendiri diberikan waktu selama 2 jam. Peserta dinyatakan sebagai pemenang jika paling banyak mengisi jawaban benar serta dengan waktu yang cepat.

Lebih lanjut Prof. Ganjar mengatakan, perlombaan sendiri terbagi menjadi dua kategori, yaitu pelajar dan umum. Secara teknis kriteria penilaian lomba tetap sama. Hanya saja terdapat perbedaan dari sisi soal.
Pasanggiri Ngeusian Tarucing Cakra Basa Sunda 2021 merupakan kegiatan rutin yang ndiselenggarakan Unpad sejak 2008 hingga 2011 lalu, dan baru kembali aktif pada 2020 lalu. Diharapkan, kegiatan ini menjadi salah satu media untuk melestarikan kebudayaan Sunda.
[irp]
Selain perlombaan virtual, PDPBS Unpad bekerja sama dengan Harian Umum Pikiran Rakyat juga menerbitkan teka teki silang berbahasa Sunda pada edisi Sabtu (20/2/2021).
Ke depan, melalui laman https://lopian.unpad.ac.id/ PDPBS Unpad akan menyediakan laman khusus berisi teka-teki silang berbahasa Sunda setiap bulannya. Permainan tersebut berisi pertanyaan dari lima buku Sunda yang sudah ditampilkan di laman Lopian setiap bulannya.
“Ini sekaligus mengajak peserta untuk mau juga membaca karya-karya Sunda,” kata Prof. Ganjar.*
